BacaritaMaluku.com–Kab. Malra; Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara menegaskan kepada pihak kontraktor atau penyedia yang belum menyelesaikan paket pekerjaan fisik tahun anggaran 2024 pada Dinas Pendidikan Maluku Tenggara yang di nilai belum tuntas 100%. Akan di berikan sangsi.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Umar Hanubun, S.Pd. saat di Temui Media ini di ruang kerjanya,” Jumat 08 Agustus 2025.
Hanubun mengatakan bahwa terkait capaian pekerjaan paket Fisik di tahun 2024 yang telah merealisasikan Anggaran 100% atau yang belum cair anggaran 100% pada Dinas Pendidikan Malra telah melewati tahapan dan prosedur pencairan.
“Contohnya paket pekerjaan di SMP Banda Ely, kami telah mengeluarkan Anggaran 100%, berdasarkan hasil laporan tahap satu dan dua. Jadi pekerjaan telah mencapai 75%. Maka tentu jadi dasar bagi kami Dinas Pendidikan Malra untuk mengeluarkan Rekomendasi untuk mencarikan dana tahap tiga, selanjutnya paket itu di atur oleh penyedia dan pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut,” tutur Hanubun.
Sebelumnya, berdasarkan Informasi yang di himpun oleh Media ini, paket pekerjaan pada SMP Banda Ely itu di kerjakan oleh salah satu Kepala Ohoi yang ada di Kecamatan Utara Timur.
Juga Anggarannya telah di cairkan 100% Namun pekerjaan tidak di selesaikan sampai saat ini.
Selanjutnya Hanubun menambahkan bahwa; sebelumnya Kami telah mengarahkan staf pada bidang yang menangani dan mengawasi pekerjaan itu agar turun ke lapangan, untuk memberikan perhatian dan teguran kepada penyedia yang tidak menuntaskan pekerjaan yang telah mencairkan anggaran 100%.
“Jika penyedia tidak menghiraukan, maka tentu kami Akan memberikan sangsi yaitu,:
1: Teguran bentuk Administrasi agar kedepan tidak lagi di akomodir untuk menangani peket pekerjaan di Dinas Pendidikan.
2: yang bersangkutan harus bertanggung jawab atas Anggara yang telah di cairkan dan apabila tidak menyelesaikan maka kami akan membuat Laporan Polisi kepada yang bersangkutan.
Lebih lanjut Kadis Pendidikan menambahkan, untuk paket dan Anggaran yang telah mencapai 100% akan terus di perhatikan.
Hanubun juga mengatakan ada sisa anggaran 5% belum di cairkan guna mengantisipasi sisa-sisa pekerjaan atau dapat digunakan sebagai biaya pemeliharaan pekerjaan yang perlu di lengkapi.
“Tidak ada alasan, Anggaran telah direalisasikan 100% maka pekerjaan juga mencapai 100%,” tandas Hanubun.(Erick).














































































