BacaritaMaluku.com–NAMLEA; Ribuan warga tumpah ruah dipusat kota Namlea menyaksikan kemegahan Karnaval Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun Kabupaten Buru ke-27. Parade keberagaman ini menjelma etalase kebhinekaan yang hidup di bumi Bupolo.
Kegiatan prestisius ini dihadiri langsung oleh Bupati Buru Ikram Umasugi SE, Wakil Bupati Buru H. Sudarmo SP., M.Si, Sekretaris Daerah Kabupaten Buru, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para pimpinan OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Buru.

Dalam sambutannya, Bupati Buru menegaskan, bahwa karnaval ini adalah wujud persatuan. Sambutan kemudian di tandai dengan pemukulan tifa oleh Bupati dan Wakil Bupati Buru sebagai tanda resmi dimulainya karnaval. Dentuman tifa yang menggema disambut sorak meriah warga.
“27 tahun adalah perjalanan kebersamaan. Di Buru, semua suku adalah keluarga. Perbedaan adalah kekuatan kita untuk Bangkit Bersama, Maju Melayani, Untuk Buru Berseri. “Ungkapnya.

Kemeriahaan karnaval didukung oleh partisipasi luas dari berbagai elemen, mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi, serta paguyuban suku dan budaya yang ada di nusantara yang telah lama bermukim di Kabupaten Buru.
Sejumlah atraksi memukau sukses menyita perhatian, seperti atraksi kekebalan tubuh/adat, menjadi yang paling mendebarkan. Para peserta menampilkan aksi mengiris badan dengan parang tajam yang putih mengkilap tanpa terluka maupun tusuk badan atau debus. Sebuah tradisi sakral yang menunjukan kekayaan spiritual dari daerah masing-masing yang saat ini bermukim di Kabupaten Buru.

Panggung Nusantara juga hadir lewat tarian jawa yang energik, tarian Arab/gambus moderen yang anggun dari kelompok keturunan arab, hingga pesona kelompok keturunan Tionghoa dengan balutan busana merah menyala, lampion, dan atribut naga keemasan melambangkan keharmonisan.
Tak ketinggalan, kekompakan Ikatan Keluarga Besar Sula (IKBS) Kab.Buru, dengan menampilkan tarian sawat Sula, dengan diikuti Bupati dan Wakil Bupati ambil bagian dalam tarian tersebut. penampilan akrobatik Taekwondo dari pelajar hingga tarian cakalele Buru serta tarian loloyan asal Maluku Utara (KIE RAHA) dan berbagai macam tarian khas lainnya

Yang paling mencuri perhatian adalah partisipasi umat Hindu didataran Waeapo yang menampilkan Tari Pendet Khas Bali dengan anggun. Dengan busana khas Bali berwarna–warni, bokor berisi bunga, dan senyum ramah. Mereka menyambut setiap penonton sebagai simbol selamat dan rasa syukur. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa toleransi dan harmoni antar–umat beragama tumbuh subur di Kabupaten Buru.
Karnaval Budaya HUT ke-27 ini, menegaskan pesan kuat: Dari Namlea hingga Waeapo, Buru adalah rumah besar yang merawat keberagaman dengan damai dan penuh kebanggan. Jumat (09/10/2026) ***


















































































