BacaritaMaluku.com — AMBON; Pemerintah Kota Ambon mendorong pengembangan Aiko Health, layanan kesehatan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) hasil kolaborasi dengan GMANGO-Aiko Health, sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi digital sektor kesehatan. Inisiatif ini diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih mudah, responsif, dan terintegrasi.
Dukungan Pemkot Ambon terhadap pengembangan Aiko Health diawali melalui pertemuan bersama Wali Kota Ambon pada 20 Juni 2026. Langkah tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara GMANGO-Aiko Health dan Dinas Kesehatan Kota Ambon pada 4 Juli 2026.
Sebagai tindak lanjut kerja sama, tim Aiko Health melaksanakan sosialisasi dan pendampingan di 22 Puskesmas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pelayanan kesehatan di tingkat fasilitas kesehatan dasar.
Namun, penerapan teknologi AI di sektor kesehatan tidak boleh hanya berorientasi pada inovasi. Aspek keselamatan pasien, ketepatan informasi, kewenangan tenaga medis, serta perlindungan data pribadi harus menjadi perhatian utama agar pemanfaatan teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy, menegaskan bahwa kecerdasan buatan harus ditempatkan sebagai instrumen pendukung pelayanan kesehatan, bukan sebagai pengganti tenaga medis.
Menurutnya, teknologi AI dapat membantu mendukung akses informasi dan pengembangan layanan kesehatan, tetapi keputusan terkait diagnosis maupun penanganan medis tetap menjadi kewenangan tenaga kesehatan yang kompeten sesuai ketentuan yang berlaku.
Penegasan ini penting untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak mengaburkan tanggung jawab profesional tenaga medis. Penggunaan AI harus tetap berada dalam kerangka pelayanan yang mengutamakan keselamatan pasien, akurasi informasi, dan pertimbangan klinis oleh tenaga kesehatan.
Selain aspek medis, tata kelola data juga menjadi perhatian penting. Pengelolaan informasi kesehatan harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan prinsip perlindungan data pribadi. Penggunaan data agregat dan anonim menjadi salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk mendukung analisis dan pengembangan layanan tanpa mengungkap identitas individu.
Dengan demikian, pengembangan Aiko Health di Kota Ambon diharapkan tidak sekadar menjadi adopsi teknologi baru, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan kesehatan digital yang aman, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Keberhasilan implementasi ini pada akhirnya perlu diukur melalui manfaat nyata bagi warga, kemudahan akses layanan, kesiapan fasilitas kesehatan, serta kemampuan menjaga keamanan dan kerahasiaan data pasien. Teknologi boleh semakin maju, tetapi keselamatan masyarakat dan kualitas pelayanan kesehatan harus tetap menjadi prioritas utama. (FM)


















































































