BacaritaMaluku.com–Ambon ; Pemuda Muhammadiyah Maluku mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga, merawat, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat persatuan, toleransi, serta kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat Maluku.
Ketua Bidang Hikmah Pemuda Muhammadiyah Maluku Wandri Makasar menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sejatinya sejalan dengan prinsip Islam yang mengedepankan keadilan, kemanusiaan, persaudaraan, dan tanggung jawab sosial. Karena itu, upaya merawat Pancasila tidak hanya menjadi kewajiban warga negara, tetapi juga bagian dari pelaksanaan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar.
Menurutnya, amar ma’ruf nahi mungkar tidak semata-mata dimaknai sebagai mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran dalam aspek keagamaan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata menjaga persatuan bangsa, menolak segala bentuk kekerasan, intoleransi, ujaran kebencian, korupsi, serta berbagai perilaku yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat.
“Nilai-nilai Pancasila harus terus dirawat dan ditanamkan kepada generasi muda terkhusus Anak Muda Maluku. Ketika masyarakat menjunjung tinggi nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial, maka pada saat yang sama kita sedang menjalankan semangat amar ma’ruf nahi mungkar dalam kehidupan berbangsa,” ujar Wandri
Pemuda Muhammadiyah Maluku juga mengingatkan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut seluruh masyarakat untuk memperkuat karakter kebangsaan dan keagamaan secara seimbang. Perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang tidak boleh menjadi alasan untuk saling memecah belah, melainkan harus menjadi kekuatan dalam membangun Maluku yang damai, maju, dan berkeadaban dalam Bingkai Pela dan gandong, Sagu Salempeng Patah dua, Ale rasa, beta rasa, potong di kuku rasa di daging”. Ini adalah falsafah hidup dan simbol persaudaraan masyarakat Maluku yang berarti “apa yang kamu rasa, saya juga rasa. jika satu bagian tubuh terluka atau sakit, seluruh tubuh ikut merasakannya.Nilai ini mengajarkan beberapa hal mendalam tentang konsep kehidupan bermasyarakat di Maluku.
Selain itu, Pemuda Muhammadiyah Maluku mengajak seluruh pemuda Di Maluku untuk menjadi pelopor Pelangsung dalam menebarkan nilai-nilai kebaikan, menjaga kerukunan, serta aktif mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan maupun narasi yang berpotensi menimbulkan konflik sosial, Konflik Komunal.
Melalui momentum 1 Juni Sebagai Hari Lahir Pancasila penguatan nilai-nilai kebangsaan, Pemuda Muhammadiyah Maluku menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari gerakan moral yang mendorong terciptanya masyarakat yang berkemajuan, berakhlak mulia, serta menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sejalan dengan semangat Islam yang rahmatan lil alamin. ***













































































