BacaritaMaluku.com–Manipa, SBB; Masyarakat Kecamatan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat, kembali menagih komitmen dan janji PT PLN (Persero) Wilayah Maluku-Malut untuk menghadirkan layanan listrik yang stabil, berkualitas, dan bebas dari gangguan berkepanjangan.
Keluhan warga muncul setelah dalam beberapa tahun terakhir masih terjadi gangguan teknis yang menyebabkan pemadaman listrik berulang di sejumlah desa di wilayah kepulauan tersebut.
Warga menilai kehadiran listrik 24 jam yang pernah diresmikan sebagai bagian dari program peningkatan pelayanan kelistrikan di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) harus dibarengi dengan kualitas pelayanan yang memadai.
Pada tahun 2023, PLN secara resmi menghadirkan layanan listrik 24 jam di Pulau Manipa sebagai salah satu bentuk pemerataan pembangunan energi di Maluku.
Namun demikian, masyarakat mengaku masih sering mengalami gangguan pasokan listrik yang berdampak pada aktivitas rumah tangga, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi masyarakat pesisir.
“Yang kami butuhkan bukan hanya listrik menyala 24 jam, tetapi juga jaminan keandalan jaringan sehingga masyarakat tidak terus-menerus menghadapi pemadaman akibat gangguan teknis,” ujar Wandri Makasar salah satu masyarakat Manipa.
Desakan masyarakat semakin menguat karena PLN sebelumnya menyampaikan bahwa sistem kelistrikan di Manipa telah dalam kondisi aman dan normal setelah berbagai perbaikan dilakukan.
Pada Maret 2025, PLN UIW Maluku dan Maluku Utara menyatakan telah bergerak cepat memperbaiki gangguan jaringan dan memastikan pasokan listrik di Manipa kembali normal.
Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, serta PLN Wilayah Maluku dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap kondisi kelistrikan di Kepulauan Manipa. Selain perbaikan jaringan, warga juga meminta adanya peningkatan kapasitas pembangkit, penguatan sistem distribusi, serta penempatan personel teknis yang memadai untuk menangani gangguan secara cepat.
Tokoh pemuda dan masyarakat setempat menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas hidup masyarakat kepulauan.
Karena itu, mereka meminta PLN tidak hanya fokus pada program peresmian layanan, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan keandalan pelayanan dalam jangka panjang.
“Masyarakat Manipa hanya meminta agar janji pelayanan listrik yang andal benar-benar diwujudkan. Jangan sampai masyarakat di daerah kepulauan terus menjadi korban akibat gangguan yang berulang setiap tahun,” tegas Wandri
Kini masyarakat menunggu langkah konkret dari PLN Wilayah Maluku untuk menjawab harapan warga, sekaligus membuktikan komitmen negara dalam menghadirkan keadilan energi hingga ke pelosok Kecamatan Kepulauan Manipa.***













































































