BacaritaMaluki. Com–Ambon; Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku melalui Ketua Bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik, Wandri Makasar, mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh berbagai narasi yang berkembang di ruang publik, termasuk isu yang mengaitkan Hendrik Lewerissa selaku Gubernur Maluku dengan sentimen agama.
Menurut Wandri, berbagai tudingan atau dugaan yang beredar di media sosial perlu disikapi secara bijak dan proporsional dengan mengedepankan klarifikasi serta informasi yang akurat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia menilai bahwa dalam kehidupan masyarakat Maluku yang majemuk, menjaga kerukunan antarumat beragama merupakan hal yang sangat penting. Karena itu, semua pihak diharapkan tidak membangun narasi yang dapat memicu perpecahan.
“Sebagai umat Islam, terlebih di bulan suci Ramadan, sebaiknya kita lebih fokus menjalankan ibadah puasa, memperbanyak amal kebaikan, serta menjaga sikap dan lisan dari hal-hal yang dapat memicu konflik,” ujar Wandri.
Menurutnya, menyampaikan kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun kritik tersebut harus disampaikan secara santun, objektif, dan tidak membawa-bawa sentimen agama yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Wandri juga mengajak masyarakat untuk tidak menghabiskan energi pada polemik yang belum tentu memiliki dasar yang jelas, melainkan mendorong dialog yang sehat dan saling menghormati.
“Maluku dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan toleransi. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga suasana yang damai dan kondusif, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah ini,” tutupnya.***


















































































