BacaritaMaluku.com–Ambon ;Peta politik di Provins Maluku mulai menunjukkan dinamika baru setelah mantan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Maluku, Febry Calvin Tetelepta, resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh FCT saat dikonfirmasi terkait langkah politik terbarunya. Ia menegaskan keputusan bergabung dengan PSI dilandasi semangat melanjutkan agenda pembangunan yang selama ini diperjuangkan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
“Saya masuk PSI karena ikut Pak Jokowi, untuk mewujudkan pembangunan Indonesiasentris, terkhusus di wilayah Indonesia Timur seperti Provinsi Maluku,” ujar FCT, Jumat (29/5/2026).
Sebelumnya, FCT diketahui telah melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep. Pertemuan tersebut disebut membahas peran dan kontribusi FCT dalam memperkuat partai berlambang mawar itu.
Sejumlah sumber menyebutkan FCT berpeluang mendapat tanggung jawab dalam struktur partai. Selain itu, ia juga mulai membangun komunikasi dengan sejumlah tokoh di Maluku guna memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
Langkah FCT bergabung dengan PSI dinilai dapat membawa energi baru bagi perkembangan partai tersebut di Maluku. Dengan pengalaman yang dimiliki, termasuk saat menjabat sebagai Deputi Kantor Staf Presiden pada era pemerintahan Jokowi, FCT dianggap memiliki kapasitas dan jaringan yang dapat memperkuat posisi PSI di daerah.
Pengamat politik menilai kehadiran FCT juga berpotensi mengubah konfigurasi politik di Maluku. Terlebih, PSI saat ini tengah gencar memperluas pengaruh politiknya di berbagai daerah sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda politik nasional mendatang.
Sebagai salah satu putra daerah Maluku yang aktif memperjuangkan pembangunan kawasan timur Indonesia di tingkat nasional, bergabungnya FCT ke PSI diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas guna mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku.
Dengan masuknya FCT, PSI Maluku diperkirakan akan semakin aktif melakukan konsolidasi organisasi serta memperkuat basis dukungan hingga ke tingkat desa dan kelurahan di seluruh wilayah provinsi Maluku.***













































































