BacaritaMaluku.com–Seram Bagian Barat; Bentrokan antar pemuda dari Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang, Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), mengakibatkan dua orang mengalami luka bacok dan sempat memicu gangguan keamanan di wilayah tersebut.
Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa insiden bermula saat sejumlah pemuda Desa Ariate menghadiri pesta rakyat atau acara joget yang berlangsung di Dusun Tanah Goyang.
Saat kegiatan berlangsung, terjadi perkelahian antar pemuda di luar area tenda acara. Setelah pesta berakhir, seorang pemuda asal Desa Ariate bernama Nando Kakisina kembali terlibat perkelahian dengan seorang pemuda dari Dusun Tanah Goyang sebelum akhirnya pulang ke desanya.
Namun, situasi tidak berhenti sampai di situ. Nando bersama beberapa rekannya kemudian kembali mendatangi Dusun Tanah Goyang. Ketegangan kembali memuncak hingga terjadi aksi saling lempar batu antara kedua kelompok pemuda.
Dalam bentrokan tersebut, seorang pemuda Dusun Tanah Goyang diduga melakukan pembacokan terhadap Vino Kakihari (21), warga Desa Ariate, yang mengakibatkan korban mengalami luka pada lengan kanan.
Tak lama berselang, terjadi aksi balasan dari pihak Desa Ariate yang menyebabkan Rafli Mufakat (25), warga Dusun Tanah Goyang yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dusun, mengalami luka bacok pada bagian kepala dan tangan.
Saat ini, Vino Kakihari menjalani perawatan di Puskesmas Ariate. Korban telah mendapat penanganan medis dan luka yang dialaminya telah dijahit. Kondisinya dilaporkan dalam keadaan sadar.
Sementara itu, Rafli Mufakat dirawat di Puskesmas Tanah Goyang. Meski luka yang dialaminya telah dijahit, korban masih mengalami pendarahan di bagian kepala sehingga direncanakan akan dirujuk ke Kota Ambon menggunakan speedboat untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Kapolres mengatakan, insiden tersebut dipicu oleh konflik antar pemuda yang tidak segera diselesaikan setelah perkelahian awal terjadi, sehingga berkembang menjadi bentrokan kelompok yang menyebabkan penutupan jalan di beberapa titik.
“Saat ini empat orang terduga pelaku telah diamankan di Polres Seram Bagian Barat, yakni satu orang dari Desa Ariate berinisial EIK dan tiga orang dari Dusun Tanah Goyang berinisial MT, AW, dan AT. Kasus ini masih dalam penyelidikan dan pengembangan oleh Unit Reskrim Polres Seram Bagian Barat,” ujar AKBP Andi Zulkifli.
Ia menegaskan, penggunaan senjata tajam yang mengakibatkan korban luka dari kedua belah pihak berpotensi meningkatkan eskalasi konflik dan memicu aksi balas dendam apabila tidak segera ditangani secara komprehensif.
Menurutnya, situasi keamanan di Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang masih berpotensi berkembang menjadi konflik yang lebih besar jika tidak dilakukan langkah-langkah penanganan dan rekonsiliasi oleh aparat keamanan bersama pemerintah setempat.
Meski demikian, Kapolres memastikan arus lalu lintas yang sempat terganggu kini telah kembali normal. Aparat keamanan juga terus melakukan pemantauan dan pengamanan guna mencegah meluasnya konflik di wilayah Kecamatan Huamual.
Langkah pengamanan dilakukan melalui peningkatan patroli di lokasi rawan, penempatan personel pada titik-titik strategis, serta koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk meredam potensi konflik sekaligus mendorong upaya rekonsiliasi antara kedua kelompok yang terlibat.***













































































