BacaritaMaluku.com, Ambon: Raja Negeri Batu Merah, Ali Hatala, menyampaikan apresiasi kepada tokoh nasional asal Maluku, Febry Calvin Tetelepta (FCT), atas konsistensinya menyalurkan hewan qurban kepada masyarakat Kota Ambon setiap momentum Idul Adha.
Apresiasi itu disampaikan Ali Hatala usai menerima penyerahan seekor sapi qurban dari FCT di kawasan Masjid Agung An Nur Batu Merah, Minggu (24/05).
Prosesi tersebut turut disaksikan tokoh masyarakat, pengurus masjid, jajaran Fungsionaris DPD KNPI dan warga yang hadir.
“Hari ini Pak Calvin kembali menyerahkan seekor sapi qurban kepada masyarakat Batu Merah. Ini bukan pertama kali, karena setiap Idul Adha beliau selalu hadir bersama masyarakat di sini,” ujar Ali Hatala.
Menurutnya, kehadiran FCT bukan sekadar menyerahkan bantuan hewan qurban, tetapi juga menjadi simbol kepedulian sosial dan penguatan nilai persaudaraan di tengah masyarakat Ambon.
“Kami memberikan apresiasi dan terima kasih kepada beliau. Apa yang dilakukan ini merupakan bentuk ibadah sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat,” katanya.
Selain di Batu Merah, pada hari yang sama FCT juga menyerahkan hewan qurban di Masjid Raya Al Fatah Ambon. Penyerahan dilakukan langsung di halaman utama masjid dan diterima pengurus Yayasan Al Fatah Ambon, Muh Taib Hunsow, bersama jajaran pengurus lainnya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda tahunan FCT dalam menyambut Hari Raya Idul Adha. Selama tujuh tahun terakhir, FCT tercatat rutin menyalurkan hewan qurban kepada dua masjid besar di Kota Ambon, yakni Masjid Raya Al Fatah dan Masjid Agung An Nur Batu Merah.
Dalam keterangannya, FCT menegaskan bahwa tradisi penyaluran qurban tersebut akan terus dijaga sebagai bentuk komitmen merawat nilai hidup orang basudara di Maluku.
“Tradisi ini tetap dilakukan di Al Fatah dan Batu Merah. Saya sudah berjanji untuk tetap bersama masyarakat di sini. Ini simbol bahwa kita hidup orang basudara tanpa sekat agama,” ujar FCT.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga solidaritas sosial dan budaya saling berbagi di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini.
“Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, baik secara nasional maupun di Maluku, kita harus tetap saling berbagi dan menjaga persaudaraan. Itu yang paling penting,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, FCT juga memilih tidak membahas dinamika politik ketika ditanya awak media. Ia menegaskan momentum penyerahan qurban harus dimaknai sebagai kegiatan ibadah dan kemanusiaan.
“Ini acara ibadah, jangan bicara politik dulu. Nanti ada waktunya kita bicara politik,” kata FCT sambil tersenyum.
Sebelumnya, FCT juga menyerahkan 12 ekor hewan qurban kepada tujuh negeri di Jazirah Leihitu sebagai bagian dari program penyaluran qurban Idul Adha 2026.***


















































































