BacaritaMaluku. Com–Ambon; Pemuda Muhammadiyah, adalah bagian dari pemuda Islam yang lahir dalam kongres Muhammadiyah di Makasar tahun1932. Kelahirannya di zaman pemerintahan Hindia Belanda. Dalam usia yang ke 94 tahun, Pemuda Muhammadiyah tumbuh sebagai gerakan Islam untuk mencerahkan umat dan bangsa.
Secara ideologis, Pemuda Muhammadiyah adalah manifestasi dari perjuangan dakwah Islam. Sejak berdiri 2 Mei 1932 pada kongres Muhammadiyah di Makassar, pemuda Islam Maluku ikut dalam kongres tersebut, Hamid bin Hamid, Mohamma Abu Kasim, Saleh Kastor, Raden Saparwi sebagai utusan Hizbul Wathan Maluku. Kongres itu diputuskan Hizbul Wathan sebagai Pemuda Muhammadiyah. Sejak di Maluku tahun 1932, Pemuda Muhammadiyah menujukan dirinya sebagai gerakan Islam amar mahruf nahi munkar, membangun umat dan bangsa.
Kongres tersebut, sebagai tongkat penting Pemuda Muhammadiyah untuk tumbuh dan mengakar di Maluku. Sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah bergerak di bumi raja-raja ini, sebagai gerakan Islam berkemajuan yang mencerahkan
Di Maluku, pemuda Muhammadiyah merayakan milad ke 94 tahun 2026, dirangkai launching madrasah anti korupsi, sekolah kader negarawan, pemuda tani. Karena itu, spirit Pemuda Muhammadiyah adalah beramar mahruf nahi munkar dalam melawan ketidak adilan, sejak zaman Hindia Belanda hingga saat ini, dibumi raja-raja Maluku.
Secara historis pemuda negarawan, pemuda Muhammadiyah di Maluku, Moh Amin Ely, Moh Abu Kasim, Hamid bin Hamid, tokoh nasionalis Ambon dengan E.U.Pupellah mendirikan partai politik lokal, Partai Indonesia Merdeka (PIM) sebagai partai nasionalis di Maluku dalam mempersatukan rakyat dalam bingkai NKRI. Sebab itu, Pemuda Muhammadiyah mengedepankan politik kebangsaan, sebagai nilai utama membangun bangsa yang bermartabat.
Sebagai pilar penting di Persyarikatan, Pemuda Muhammadiyah menebar kemanfaatan selama memasuki satu abad di bumi kepulauan Maluku ini, mewujudkan masyarakat yang tercerahkan. Sebagai motor pengerak dakwah, Pemuda Muhammadiyah mengedepankan wawasan kebangsaan, keilmuan, dan moralitas dalam fastabikhuk khairat di tengah mayarakat majemuk di bumi raja-raja Maluku.***










































































