BacaritaMaluku.com-NAMLEA; Kebanyakan kegiatan sekolah di bulan Ramadhan,identik dengan pembagian takjil. SMAN 1 Buru justru menghadirkan penyaluran berbagi paket sembako kepada siswa kurang mampu.
Kegiatan pesantren kilat dengan menyalurkan bantuan paket sembako di Tahun ini menambah khidmat dan semaraknya acara penutupan Ramadhan ini.

Sekitar ratusan paket sembako kepada siswa kurang mampu, penjaga sekolah,maupun warga sekolah yang di bagikan bertepatan dengan penutupan pesantren kilat tersebut, dengan menghadirkan penceramah kondang dari Kemenag (Kementrian Agama) Kabupaten buru, Kepala SMAN 1 Buru, guru, alumni, dan peserta didik.
“Kita membantu khususnya siswa kurang mampu agar mereka ikut merasakan kebahagiaan juga saat menjelang lebaran Hari Raya Idulfitri nanti.”

Penyerahan bantuan tersebut di aula SMAN 1 lantai dua, dalam rangkaian penutupan pesantren ramadan yang juga di isi dengan tausiyah dan pemberian bonus bagi peserta yang mampu menjawab setiap materi yang di lontarkan ustad kondang itu.
Acara penutupan tersebut juga di hadiri oleh Kepala Cabdin (cabang dinas) dikmensus kabupaten buru Rahman Ali Spd,Kepala.SMAN 1 Neneng Yulia Spd, Narasumber dari Kemenag (Kementrian Agama) kabupaten buru, alumni,guru dan peserta didik.

Dalam sambutanya, Neneng Yulia menekankan pentingnya disiplin dalam berilmu,cerdas bermedia sosil sehingga melahirkan karakter berakhlak di era digitalisasi.
“Anak-anakku sekalian gunakanlah hendpon sebagai alat komunikasi yang baik ,alat media yang menghubungkan kalian dengan informasi yang di anggap baik untuk kebutuhan positif. “Ujarnya.

Neneng juga menyampaikan sekolah adalah tempat terbaik bagi generasi muda untuk menuntut ilmu dan memanfaatkan masa belajar di sekolah untuk mengejar cita cita dan mempersiapkan masa depan lebih baik.
Menurut hasil pantauan media, kegiatan tersebut sekaligus bukber(buka puasa bersama) pada Jumat Tanggal 13 Maret Tahun 2026, adalah sebagai momentum menumbuhkan rasa kekeluargaan dan peduli di dunia pendidikan.
Menurut info,kegiatan ini di harapkan menjadi agenda rutin untuk membentuk karakter siswa yang religius, peduli,dan tangguh.”singkatnya.Sabtu(14/3/2026).(BK)










































































