BacaritaMaluku.com–Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara; Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Maluku Tenggara menyambut rencana kunjungan kerja Menteri Sosial RI yang diagendakan pada 22-23 April 2026 mendatang.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Maluku Tenggara, Rahmat Reliubun, dalam keterangannya kepada media ini, Jumat (17/04/2026). Menurutnya, agenda penting ini bukanlah sekadar seremonial belaka, melainkan bukti nyata kepedulian negara yang hadir mendengar aspirasi masyarakat di beranda depan kepulauan.
“Kami melihat keberhasilan mendatangkan pejabat setingkat Menteri hingga bersedia turun langsung dan menginap di daerah ini adalah prestasi yang luar biasa. Ini tentu tidak lepas dari kerja keras serta lobi strategis yang dilakukan oleh Bupati Maluku Tenggara. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepemimpinan yang proaktif dan berani ‘menjemput bola’ demi kepentingan rakyat,” ujar Rahmat.
Langkah tersebut, lanjutnya, menjadi bukti nyata bahwa komunikasi yang intensif dan penyajian data yang akurat mampu menarik perhatian pemerintah pusat hingga ke wilayah kepulauan.
“Ini adalah contoh nyata bagaimana visi kepemimpinan yang kuat mampu menjembatani kebijakan nasional dengan kebutuhan riil di lapangan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput,” tambahnya.
Lebih dalam, Rahmat menegaskan bahwa kehadiran Menteri Sosial harus dimaknai sebagai momentum emas yang harus dimaksimalkan. Pihaknya menaruh harapan besar agar momen ini menjadi titik balik perbaikan sistem perlindungan sosial, khususnya dalam hal validasi data kemiskinan yang lebih akurat dan transparan.
“Kami ingin memastikan setiap bantuan sosial yang disalurkan negara benar-benar tepat sasaran. Tidak ada lagi kesalahan data, sehingga bantuan tersebut sampai ke tangan yang berhak hingga ke pelosok-pelosok pulau Kei,” jelasnya.
Selain perbaikan data, organisasi yang bergerak di kalangan generasi muda ini juga berharap adanya perhatian khusus pada sektor pemberdayaan pemuda. Diharapkan lahir program ekonomi kreatif yang konkret dan berkelanjutan. “Pemuda adalah tulang punggung masa depan, sehingga kemandirian ekonomi dan sosial mereka sangat penting sebagai benteng ketahanan daerah,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Pemuda Muhammadiyah Maluku Tenggara menyatakan kesiapan penuh untuk terlibat aktif, mengawal, dan berkolaborasi. Hadir sebagai mitra kritis namun solutif demi memastikan setiap program berdampak nyata.
“Karena bagi kami, pembangunan yang sejati adalah pembangunan yang memanusiakan manusia. Dengan sinergi kuat antara pusat, daerah, dan masyarakat, kesejahteraan dan keadilan sosial di Bumi Larwul Ngabal bukan lagi sekadar harapan, melainkan akan menjadi kenyataan,” pungkas Rahmat tegas. (Erick)

















































































