BacaritaMaluku.com-NAMLEA; Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS )bersama perwakilan Komisi lV Dprd Provinsi Maluku melakukan rapat dengar pendapat pada kamis tanggal 4 Juni. Rapat tersebut, Kepala SMKN 5 Buru, menyoroti kebutuhan mendesak akan pembangunan asrama bagi siswa pesisir.
Kepala SMK Negeri 5 buru,La Sarjudin S.pd.M.pd, dalam rapat tersebut mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi siswa pesisir. Menurutnya jarak tempuh yang jauh dan kondisi cuaca ekstrem kerap menjadi kendala utama siswa untuk hadir di sekolah tepat waktu,bahkan memicu tingginya angka putus sekolah.

“Kami meminta Komisi lV dalam hal ini,Pak Dalih untuk memberikan perhatian khusus.Akses jalan yang sulit dan jarak antar sekolah tersebut dengan desa-desa membuat siswa pesisir sangat membutuhkan asrama agar mereka bisa tinggal dan belajar dengan fokus di dekat sekolah.” tegas Lasarjudin.
Selain itu,Ia menambahkan Komisi lV Dprd untuk segera di angkat menjadi pejabat definitif karena status plt membuat tunjangan sertifikasi tidak dapat di proses atau di cairkan.Olehnya itu,Lanjut dia, secara regulasi, plt memiliki keterbatasan wewenang dan di Dapodik tetap berstatus guru sehingga tidak di akui jam tugas tambahnya.

“Beta (saya) merasa lelah dan ketidakpastian bukan saja saya sendiri tapi hampir semua Kepsek yang hadir disini yang mengeluhkan beban ganda memimpin sekolah namun hak, tunjangan dan wewenangnya terbatas.” ucap dia dengan nada kesal,di sela sela rapat tersebut.
Dengan demikian,menanggapi hal tersebut, perwakilan Komisi lV Dprd Provinsi Maluku Dalih Syarifudin menyatakan pihaknya akan mengkordinasikan beberapa problematika tersebut kepada Pemerintah serta mengawal kebijakannya agar segera di selesaikan problemnya.

Lasarjudin juga menambahkan.Bahwa pembangunan asrama pesisir bagi siswa sangat krusial.fasilitas ini memangkas jarak tempuh yang jauh dan biaya transportasi,mencegah siswa putus sekolah serta menjamin keamanan dan kenyamanan belajar di bandingkan mencari tempat kos di luar desa.
“Saya sangat berharap peduli dari pemerintah,sebab SMKN 5 Buru yang terletak di Desa Bara,Kecamatan Airbuaya merupakan salah satu SMK pesisir terjauh di kabupaten Buru yang sangat potensial dan memenuhi syarat untuk di bangun asrama siswa.Sekolah ini memiliki fokus kejuruan pada bidang kelautan dan Perikanan dengan jurusan utamanya yaitu,Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI).”pungkasnya.Jumat (5/06/2026).(BK)


















































































