BacaritaMaluku.com.Pandu Lingkungan Yang di Gagas Kampus STKIP gotong Royong Masohi dalam Mata kuliah Pengetahuan Lingkungan Yang di laksanakan Secara Dialog Di Cafe Porobico Masohi,Sabtu 19 juli 2025.

Kegiatan ini mengandeng unsur Pemerintah daerah Kabupaten Maluku Tengah yaitu Dinas Lingkungan Hidup Sebagai Narasumber’
Dinas Lingkungan Hidup yang di Wakili Oleh Kabid Bidang Pengendalian Pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, (P2KH) La Ramoni Idul,S.IP.
Kabid (P2KH) La Ramoni Idul,S.IP dalam penyampaian Materinya menyampaikan strategi pengendalian Pencemaran dan lingkungan adalah sebagai pilar Pembangunan berkelanjutan di Maluku Tengah, serta harapan kepada mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut agar menjadi Motor pengerak kesadaran berfikir masyarakat,dalam menciptakan Lingkungan yang sesuai Deng konsop ekologis yaitu menjaga keseimbangan antara Prilaku manusia dan Alam.

Kabid P2KH La Ramoni Idul, juga berharap agar kegiatan seperti harus di kembangkan agar supaya Insan cita perguruan tinggi bisa terwujud.
Rusman Dani Rumaen,S.Pd.,MPd Yang juga merupakan Dosen di Kampus STKIP Gotong Royong Masohi menambahkan “Kegiatan panel diskusi ini adalah momentum penting untuk menyatukan langkah kita semua dalam menjaga lingkungan hidup di Maluku Tengah. Dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar gerakan, kita tidak hanya berbicara tentang solusi teknis terhadap pencemaran, tetapi juga membangun kesadaran moral dan tanggung jawab kolektif. Praksis Pancasila menuntun kita untuk bergotong royong, menghargai kehidupan, dan bertindak demi keadilan lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Maluku Tengah.”Sebagai bagian dari akademisi yang peduli terhadap masa depan daerah ini, saya percaya bahwa penanganan pencemaran lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau satu sektor saja. Ini adalah tugas kita bersama. Pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kemitraan lintas sektor harus diperkuat.

Harapan saya selaku akademisi pemerintah harus melibatkan seluruh elemen kampus, masyarakat dan organisasi lain berkontribusi dalam menyelesaikan problem lingkungan, agar ide-ide dan komitmen tidak hanya berhenti di ruangan seperti ini, tapi menjadi gerakan nyata di lapangan yang berkelanjutan.”









































































