BacaritaMaluku.com-NAMLEA; Bulan puasa Ramadhan merupakan ibadah yang punya dampak luas ,bukan saja pada aspek spiritual tetapi juga pada kondisi fisik dan kognitif pelajar khususnya pada siswa SMAN 8 Buru, ungkapnya.
Kepala SMA Negeri 8 Buru Sairudin Labiru Spd.Mpd kepada media ini di ruangnya menuturkan bagi pelajar, menjalankan ibadah puasa dapat memberikan tantangan tersendiri terutama dalam hal konsentrasi dan prestasi pelajar, namun jika puasa di laksanakan dengan baik, tentu menjadi momentum untuk meningkatkan disiplin, fokus dan daya juang dalam belajar.

” jika siswa siswi fokus pada nilai ibadah puasanya tentu menjadi indikator prestasi belajar mereka,” ucapnya.
Namun demikian ,ada pembatasan aktivitas belajar mengajar di sekolah selama bulan puasa Ramadhan, jika di sesuaikan dengan surat edaran tiga kementrian yakni Kemendikdasmen,Kemendagri dan Kemenag. Yang meminta pemerintah daerah dan satuan pendidikan menyesuaikan aktivitas pemebelajaran.
Termasuk mengurangi intensitas kegiatan fisik,dan asesmen formatif(penilaian yang di lakukan selama proses pembelajaran di sekolah terutama di sekolah yang saya pimpin saat ini),terang dia.
“Kita sudah menjalankan sesuai intruksi pusat melalui surat edaran tersebut dengan menyesuaikan seperti sekitar Jam 14.00 WIT siswa di wajibkan pulang.”
Sairudin menjelaskan waktu pulang siswa selama bulan Ramadhan itu bertujuan untuk memberikan waktu bagi siswa menjalankan ibadah puasa sebagai ruang pembelajaran mandiri bersama keluarga, masyarakat di tempat ibadah masing masing.”singkatnya. Selasa (24/2/2026).(BK)


















































































