BacaritaMaluku. Com–Ambon, 25 Februari 2026 ; Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku resmi membuka Festival Ramadan Saudagar Muda Muhammadiyah di Pelataran Gedung Islam Center Ambon, Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen organisasi dalam mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM) di Kota Ambon.
Sebanyak 39 pelaku UKM turut ambil bagian dalam festival yang digagas sebagai ruang promosi, transaksi, sekaligus pengembangan jejaring usaha bagi generasi muda.

CEO Saudagar Muda Muhammadiyah, Irpan Kastela, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemuda Muhammadiyah konsisten berpihak pada penguatan ekonomi umat melalui pengembangan sektor UKM. Menurutnya, festival ini merupakan bentuk nyata dukungan organisasi dalam menyediakan wadah bagi pelaku usaha muda untuk bertumbuh dan berdaya saing.
“Momentum Ramadan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga penguatan semangat kewirausahaan bagi anak-anak muda di Kota Ambon,” ujarnya.
Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku, Rimbo Bugis, menekankan komitmen organisasi dalam mendorong kemandirian ekonomi generasi muda. Ia menyatakan Pemuda Muhammadiyah Maluku akan terus membina kader agar mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri melalui kewirausahaan.
Rimbo juga menegaskan pentingnya kemitraan strategis dengan Pemerintah Provinsi Maluku. “Kami berharap pemerintah dapat memberikan stimulus dan dukungan konkret agar anak-anak muda semakin percaya diri dan sportif dalam membangun usaha,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Maluku yang diwakili Asisten I Bidang Pemberdayaan dan Kesejahteraan Sosial, Faradila Attamimi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemuda Muhammadiyah Maluku. Ia menilai festival tersebut bukan sekadar perayaan Ramadan, melainkan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan UKM secara berkelanjutan.
“Momentum ini bukan hanya transaksi jual beli, tetapi juga penguatan ekonomi berkelanjutan. Ketika UKM tumbuh dan partisipasi masyarakat meningkat, maka perputaran ekonomi daerah akan semakin berkembang,” ujarnya.
Faradila juga menegaskan peran Saudagar Muda Muhammadiyah sebagai komunitas produktif yang membangun relasi, memperkuat ekonomi, serta menghadirkan kerja nyata bagi umat.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku, Ali Litioloy, dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya keberlanjutan program tersebut. Ia mendorong kader Muhammadiyah agar lebih fokus pada pengembangan ekonomi kreatif, mengingat masih minimnya keterlibatan anak muda di sektor tersebut.
“Selama ini banyak anak muda Muhammadiyah berkiprah di bidang pendidikan. Ke depan, ekonomi kreatif harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Pembukaan Festival Kuliner Ramadan tersebut turut dihadiri Gubernur Maluku yang diwakili Asisten I, Wali Kota Ambon yang diwakili Staf Ahli Fendy Masawoy, serta jajaran Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku dan tamu undangan lainnya. Festival ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi umat sekaligus ruang pemberdayaan generasi muda di Maluku.***


















































































