BacaritaMaluku.com,–Langgur ; Peringatan Hari Nen Dit Sakmas yang rutin digelar Pemerintah Kab. Maluku Tenggara tepatnya pada tanggal 07 September setiap tahun mendapat apresiasi dari Pemuda Muhammadiyah. Namun, peringatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan tanpa makna mendalam bagi penegakan nilai adat dan perlindungan perempuan di Kepulauan Kei.
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kab. Maluku Tenggara Rahmat Reliubun kepada media ini Senin, 07/09/2026, menegaskan bahwa komitmen Pemda dalam menjaga tradisi ini patut dipuji.
Menurutnya Langkah konsisten pemerintah daerah dinilai berhasil merawat memori kolektif masyarakat atas sosok pahlawan perempuan yang menjadi fondasi hukum adat Larvul Ngabal tersebut.
“Kami mengapresiasi Pemda Kab. Maluku Tenggara yang terus konsisten mengagendakan peringatan Hari Nen Dit Sakmas tiap tahun. Ini bukti komitmen daerah dalam merawat sejarah dan identitas budaya kita,” ujar Ketua PD PM Maluku Tenggara.
Di sisi lain, Pemuda Muhammadiyah memberikan catatan kritis terkait implementasi nilai-nilai Nen Dit Sakmas di kehidupan sehari-hari. Menurutnya, penghormatan kepada Nen Dit Sakmas harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar riuk pesta budaya atau parade pakaian adat.
Ada tiga poin utama yang menjadi sorotan PD Pemuda Muhammadiyah Maluku Tenggara yakni
Pertama, Perlindungan Perempuan dan Anak : Spirit Nen Dit Sakmas adalah menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan. Pemerintah dan lembaga adat harus lebih tegas menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kab. Maluku Tenggara.
Kedua, Internalisasi Hukum Adat, Nilai-nilai hukum Larvul Ngabal—khususnya yang melindungi hak hidup dan kehormatan sesama perlu di internalisasi ke dalam kurikulum pendidikan lokal agar tidak luntur ditelan zaman.
Ketiga, Kritis Terhadap Pelestarian Makna, Generasi muda di imbau tidak terjebak pada formalitas perayaan, melainkan mendalami substansi perjuangan Nen Dit Sakmas dalam menjaga kedamaian dan keadilan sosial di tanah Evav.
“Menghormati Nen Dit Sakmas berarti menjaga setiap perempuan di tanah ini agar bebas dari rasa takut dan ketidakadilan. Jangan sampai perayaannya meriah, tetapi nilai dasar yang beliau wariskan justru kita abaikan,” tegasnya.
Terakhir, Peringatan Hari Nen Dit Sakmas tahun ini diharapkan menjadi momentum evaluasi bersama, baik bagi pemerintah, lembaga adat, maupun organisasi kepemudaan, untuk terus membumikan nilai-nilai luhur adat Evav di tengah tantangan modernisasi, tandasnya. (Erick)


















































































