BacaritaMaluku.com-NAMLEA; Minimnya sarana dan prasarana (sarpras) penunjang kegiatan belajar mengajar di SMAN 13 buru mendorong pihak sekolah untuk meminta perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Kepala SMA Negeri 13 buru,Warda Ipa S.Ag. MPd.Mendesak Komisi lV DPRD Provinsi Maluku untuk melakukan kunjungan kerja langsung guna melihat kondisi fisik yang sekolah yang mendesak untuk di bekasi.

Menurut Warda Ipa, kondisi fasilitas di sekolah yang ia pimpin saat ini sudah sangat tidak memadai dan mengkhawatirkan beberapa infrastruktur utama seperti ruang belajar yang masih kurang hingga gasebo sebagai tempat alternatif untuk ruang belajar siswa,dan belum mendapatkan perbaikan besar.
“Kami sangat berharap Komisi lV Dprd Provinsi Maluku di bidang pendidikan bisa turun langsung kesini. Kami ingin mereka melihat sendiri bagaimana kondisi riil di lapangan,dengan begitu di harapkan ada alokasi anggaran dari pemerintah Provinsi untuk perbaikan dan penambahan fasilitas yang kami butuhkan.”ujar Kepala sekolah pada hari ini Sabtu 6 Juni 2026.

Lebih lanjut, biasa di sapa ibu Warda. Menjelaskan bahwa keterbatasan sarpras ini berdampak langsung pada kenyamanan serta keselamatan para siswa dan tenaga pendidik.Pihaknya khawatir, jika kondisi ini terus di biarkan, akan mengganggu aktivitas proses belajar mengajar.
Ia menambahkan sebagai dinas dan lembaga yang memegang fungsi pengawasan dan penganggaran, Komisi lV DPRD Provinsi Maluku di harapkan segera merespon keluhan ini.
Dan Pihak sekolah berharap ada langkah konkret baik berupa pembangunan gedung baru maupun pengadaan mebeler dan alat praktik yang layak untuk menunjang mutu pendidikan di daerah, khususnya di kabupaten buru. “Pungkasnya. Sabtu (6/6/2026).(BK)


















































































