BacaritaMaluku.com–SBB; Direktur Pembinaan Masyarakat (Dir Binmas) Polda Maluku Kombes Pol Hujra Soumena, S.I.K., M.H., menemui sekitar 400 warga Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Selasa (18/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Balai Desa Luhu, Pasihatu, tersebut dilakukan untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat pascakonflik antara sekelompok warga Desa Luhu dan warga RT 04 Jakarta Baru, Desa Lokki, yang terjadi pada Senin (27/7/2026).
Dalam pertemuan itu, Kepala Desa Luhu H. Abd. Gani Kaliky, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dir Binmas Polda Maluku bersama rombongan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di kawasan pertambangan Gunung Hatu Tembaga.
Gani meminta warga yang melakukan aktivitas penambangan untuk tetap menjaga sikap, kesopanan dan etika dalam menyampaikan aspirasi agar situasi pascakonflik tidak kembali memanas.
Sementara itu, Dir Binmas Polda Maluku Kombes Pol Hujra Soumena mengatakan, kedatangannya ke Luhu merupakan upaya untuk mendengar langsung persoalan dan aspirasi masyarakat.
Menurutnya, sebelumnya telah dilakukan pertemuan antara pemerintah Desa Luhu dan perwakilan RT 04 Jakarta Baru di Polda Maluku. Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan titik temu sehingga dirinya memilih datang langsung ke tengah masyarakat Luhu.
“Saya juga merupakan bagian dari warga Desa Luhu,” kata Hujra dalam pertemuan tersebut.
Ia mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di kawasan Gunung Hatu Tembaga yang selama ini menjadi salah satu sumber aktivitas ekonomi masyarakat.
Hujra juga menyinggung sejumlah persoalan keamanan yang terjadi di kawasan tersebut. Menurutnya, apabila kondisi kamtibmas di kawasan pertambangan terus terganggu, bukan tidak mungkin negara mengambil langkah lebih tegas terhadap aktivitas di kawasan tersebut.
Ia juga menyebut minuman keras (miras) kerap menjadi salah satu pemicu terjadinya gangguan keamanan.
Terkait keberadaan warga RT 04 Jakarta Baru di kawasan pertambangan, Hujra menyampaikan kemungkinan mereka dapat kembali bekerja akan menjadi bagian dari pembahasan bersama, dengan tetap mempertimbangkan kondisi dan aspirasi masyarakat setempat.
Namun, ia menegaskan bahwa apabila konflik kembali terjadi, pihak kepolisian dapat mengambil langkah tegas, termasuk mempertimbangkan penutupan kawasan tersebut.
Dalam sesi penyampaian aspirasi, sejumlah tokoh dan warga Desa Luhu secara umum meminta agar warga RT 04 Jakarta Baru tidak kembali melakukan aktivitas pertambangan di kawasan Gunung Hatu Tembaga yang berada di wilayah Desa Luhu.
Salem Payapo menyebut aktivitas warga RT 04 Jakarta Baru dinilai kerap memicu persoalan di kawasan pertambangan. Karena itu, ia meminta kepolisian mempertimbangkan aspirasi masyarakat Luhu agar warga tersebut tidak kembali beraktivitas di lokasi tambang.
Senada, H. Yusuf Suneth meminta aktivitas pertambangan tetap berjalan karena berkaitan dengan kehidupan ekonomi masyarakat. Namun, ia juga meminta agar warga RT 04 Jakarta Baru tidak melakukan aktivitas di kawasan pertambangan Desa Luhu.
Abd Rasyid Payapo juga meminta pemerintah desa melakukan penertiban terhadap para penambang setelah pertemuan tersebut, sehingga aktivitas di kawasan Gunung Hatu Tembaga dapat berlangsung lebih tertib.
Aspirasi serupa disampaikan Ari Samal yang meminta pemerintah desa melakukan penataan kembali terhadap aktivitas para penambang. Sementara Abd Rasid Lekka meminta agar kawasan pertambangan tidak ditutup karena menyangkut kebutuhan ekonomi masyarakat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Hujra mengatakan terdapat kesamaan pandangan dari masyarakat, terutama terkait permintaan agar warga RT 04 Jakarta Baru tidak kembali melakukan aktivitas pertambangan di kawasan Gunung Hatu Tembaga.
Meski demikian, ia kembali menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di Kecamatan Huamual, khususnya kawasan pertambangan.
Hujra juga mengingatkan bahwa aktivitas pertambangan di kawasan Gunung Hatu Tembaga pada dasarnya merupakan aktivitas ilegal. Namun, menurutnya, persoalan tersebut juga harus dilihat dari sisi kehidupan ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari kawasan tersebut.
Pertemuan dihadiri Kapolsek Huamual Iptu L. Soplanit, S.H., Kepala Desa Luhu H. Abd Gani Kaliky, S.Pd., Sekretaris Desa Luhu Amir Hatala, S.Pd., Ketua Satgas Desa Luhu Ustadz Qasim Kaliky, sejumlah tokoh masyarakat serta sekitar 400 warga Desa Luhu.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIT tersebut berakhir pada pukul 10.32 WIT. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali.***


















































































