BacritaMaluku.com–Langgur ; Suasana penuh khidmat menyelimuti Aula Room Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, Jumat (9/10/2026). Di tempat itu, tongkat kepemimpinan sejumlah Sekolah Dasar resmi berpindah tangan, dalam acara serah terima jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah yang dipimpin langsung Kepala Dinas, Bin Raudha Arif Hanoeboen.
Bukan sekadar pertukaran tanda tangan, prosesi ini menjadi bukti kebersamaan dunia pendidikan daerah. Hadir para Kepala Bidang, pejabat terkait, serta para kepala sekolah yang telah menyelesaikan tugas dan mereka yang kini memikul tanggung jawab baru.
Setiap penyerahan berjalan terbuka dan teliti. Dokumen administrasi lengkap, berita acara, cap resmi sekolah, buku rekening lembaga, hingga kunci ruang kerja kepala sekolah — semuanya diserahkan langsung kepada penerusnya. Semua proses disaksikan Kepala Dinas beserta para saksi, agar tidak ada yang tertinggal dan kejelasan berjalan sempurna.
Berbagai nama dan sekolah kini memasuki babak baru. SD Inpres Hollat berpindah dari Markus Silubun kepada Adoni Silubun. SD Negeri Tenbuk Denwet diserahkan Laila Qadarsih kepada Ulfah Rengiwur. SD Inpres Yatwav, yang selama ini dipegang Agustina Jamlay, kini diteruskan Paulina Salmanu.
Beralih ke SD Inpres Harangur, kepemimpinan diteruskan Moh Imron Syadzali Rumra dari Lisa Suat. SD Inpres Faa diserahkan Rufus Hunganwarin kepada Timotius Tutratan. Di SD Negeri Ibra, Hasry Rahawarin menyerahkan amanah kepada Laila Qadarsih.
SD Negeri Letman kini dipimpin Hasry Rahawarin, menerima estafet dari Ulfa Rengiwur. SD Negeri Langgiae Feer berpindah dari Maria Alexia Hungan kepada Erniyanti Rumaf. Dan di SD Negeri Banda Efruan, Mbali Madilis kini memegang tampuk pimpinan, diserahkan Erniyanti Rumaf.
Bin Raudha menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para kepala sekolah lama. Dedikasi yang telah diberikan menjadi fondasi yang tak ternilai, sekaligus teladan bagi para penerusnya.
“Loyalitas dan semangat mengabdi yang kalian tunjukkan adalah cahaya yang harus tetap menyala. Sekarang, semangat itu diteruskan oleh tangan-tangan baru,” ujarnya.
Pergantian ini, lanjut Raudha, adalah langkah nyata menyegarkan wajah pendidikan daerah. Setiap nama yang baru duduk bukan sekadar mengisi kursi, melainkan membawa energi baru untuk kemajuan anak-anak didik.
“Jabatan ini amanah, bukan hak milik. Di mana pun ditugaskan, tugasnya satu: memajukan sekolah, membimbing guru, dan mencerdaskan generasi Kei,” tegasnya.
Pesan ini sejalan dengan arahan Bupati Maluku Tenggara: tidak ada kemajuan yang datang sendiri. Semua harus bergerak bersama, bahu-membahu, menjadikan pendidikan di Maluku Tenggara semakin bermutu dan dicintai warga.
“Mari kita lanjutkan perjalanan ini. Terima kasih kepada yang telah berjuang, selamat bertugas kepada yang baru. Bersama-sama, kita bangun masa depan yang lebih cerah,” tutup Bin Raudha. (Erick)


















































































