BacaritaMaluku.com–JAKARTA; Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) memperkuat langkah pengawalan terhadap percepatan Proyek Abadi Blok Masela. Salah satu agenda krusial yang dibahas adalah pengadaan lahan seluas 662 hektare di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, yang menjadi bagian penting dalam persiapan pembangunan proyek strategis tersebut.
Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, menghadiri Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku bersama SKK Migas dan INPEX yang berlangsung di Hotel Grand Mahakam, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026).
Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam memastikan berbagai kebutuhan awal Proyek Abadi Blok Masela dapat dipersiapkan secara terukur, termasuk persoalan lahan dan pembangunan infrastruktur pendukung.
Lahan 662 Hektare Dibahas
Salah satu poin utama dalam pertemuan tersebut adalah pembahasan terkait pengadaan lahan seluas 662 hektare di Desa Lermatang.
Selain aspek pengadaan lahan, pemerintah juga membahas persiapan pembangunan akses jalan serta pemagaran kawasan proyek. Infrastruktur awal tersebut dinilai menjadi bagian penting untuk mendukung tahapan pengembangan Proyek Abadi Blok Masela di wilayah Tanimbar.
Kehadiran pemerintah daerah dalam pembahasan ini menunjukkan bahwa persoalan lahan dan kesiapan wilayah menjadi perhatian penting dalam tahapan menuju realisasi proyek.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Maluku selaku Ketua Tim Gugus PDSK bersama jajaran Forkopimda Maluku.
Bagi Pemkab KKT, percepatan proyek tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan investasi berskala besar, tetapi juga menyangkut bagaimana kepentingan masyarakat lokal dapat ditempatkan dalam proses pengembangan Blok Masela.
Karena itu, koordinasi antara Pemkab KKT, Pemprov Maluku, SKK Migas, dan INPEX terus diperkuat untuk memastikan tahapan persiapan proyek berjalan sesuai ketentuan, termasuk penyelesaian aspek lahan dan infrastruktur pendukung.
Blok Masela bukan sekadar proyek investasi. Bagi Tanimbar, keberadaan proyek ini menyangkut masa depan kawasan, kepastian pemanfaatan ruang, serta harapan masyarakat terhadap dampak ekonomi yang nyata.
Dengan pembahasan lahan 662 hektare yang terus dimatangkan, tahapan persiapan Proyek Abadi Blok Masela kini memasuki fase yang semakin menentukan.”**


















































































