BacaritaMaluku.com–AMBON, 31 Agustus 2026; Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas Muhammadiyah Maluku memperkuat komitmennya terhadap pengembangan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam melalui peluncuran dua buku berjudul “Integrasi Pendidikan Islam dalam Pembelajaran Matematika” dan “Integrasi Pendidikan Islam dalam Pembelajaran Biologi”, karya Ismail Borut.
Kegiatan yang berlangsung di lantai 6 Universitas Muhammadiyah Maluku tersebut dihadiri dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika dan Biologi, Dekan FKIP, Dekan FPK, Dekan Fakultas Teknik, serta sejumlah kepala lembaga di lingkungan Universitas Muhammadiyah Maluku.
Kehadiran dua buku tersebut dinilai menjadi langkah konkret dalam memperkuat paradigma integrasi ilmu dan Islam di lingkungan perguruan tinggi. Buku tidak hanya menempatkan Matematika dan Biologi sebagai disiplin ilmu yang berdiri sendiri, tetapi berupaya menghubungkan konsep-konsep ilmiah dengan nilai-nilai Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis.
Kedua buku itu diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, dosen, akademisi maupun peneliti, sekaligus memperkaya khazanah pembelajaran di Universitas Muhammadiyah Maluku.
Lebih dari sekadar buku ajar, karya Ismail Borut tersebut menawarkan perspektif bahwa ilmu pengetahuan tidak harus dipisahkan dari nilai-nilai keislaman. Matematika dan Biologi ditempatkan sebagai bagian dari upaya manusia memahami keteraturan dan fenomena alam yang merupakan bagian dari Sunnatullah.
Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Maluku, Dr. Andi Thamrin, M.Si., dalam penyampaiannya menegaskan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan tinggi formal merupakan agenda penting bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), termasuk Universitas Muhammadiyah Maluku.
Menurutnya, sebagai institusi pendidikan yang membawa misi dakwah amar ma’ruf nahi munkar, Universitas Muhammadiyah Maluku memiliki tanggung jawab untuk membangun hubungan yang harmonis antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai wahyu.
“Universitas Muhammadiyah Maluku berkewajiban menyelaraskan ilmu sains (kauniyah) dengan wahyu Ilahi (qauliyah),” demikian pokok pemikiran yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Namun, integrasi Islam ke dalam pembelajaran Matematika dan Biologi tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang seragam. Kedua disiplin ilmu tersebut memiliki karakteristik objek kajian, metodologi ilmiah, serta pendekatan terhadap teks-teks Al-Qur’an yang berbeda.
Karena itu, integrasi yang ditawarkan melalui kedua buku tersebut bukan sekadar menambahkan kutipan ayat atau Hadis ke dalam materi pembelajaran. Lebih jauh, pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun cara pandang bahwa ilmu pengetahuan dapat menjadi medium untuk memperkuat kesadaran manusia terhadap kebesaran dan keteraturan ciptaan Allah SWT.
Matematika tidak lagi semata-mata dipahami sebagai kumpulan rumus yang abstrak, sementara Biologi tidak berhenti pada hafalan tentang anatomi dan mekanisme kehidupan. Keduanya dapat dikembangkan sebagai sarana tadabur untuk memahami berbagai fenomena alam dan kehidupan sebagai bagian dari Sunnatullah.
Dalam perspektif tersebut, alam semesta sebagai objek kajian sains dan wahyu sebagai sumber nilai keagamaan dipandang berasal dari sumber yang sama, yakni Allah SWT. Integrasi keduanya diharapkan mampu melahirkan proses pendidikan yang tidak hanya mencetak mahasiswa dengan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual.
Peluncuran dua buku ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pengembangan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Maluku diarahkan tidak hanya pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada upaya membentuk paradigma keilmuan yang berkarakter Islami.
Dengan demikian, karya Ismail Borut diharapkan tidak berhenti sebagai koleksi literatur akademik, tetapi dapat digunakan secara nyata dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengembangan keilmuan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Maluku.***


















































































