BacaritaMaluku. Com–TANIWEL TIMUR; Sebuah langkah sederhana namun berdampak besar ditunjukkan Pemerintah Kecamatan Taniwel Timur dalam mendukung program ketahanan pangan daerah. Melalui pemanfaatan lahan tidur di kompleks Kantor Camat, Camat Taniwel Timur Thomas Andre Mawene berhasil mengubah area yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan pertanian yang menghasilkan.
Keberhasilan itu terlihat saat Mawene bersama staf kecamatan dan masyarakat setempat melaksanakan panen kacang tanah di areal kantor camat. Hamparan lahan yang sebelumnya kosong kini dipenuhi tanaman produktif yang memberikan hasil nyata bagi masyarakat dan pemerintah setempat.
Dalam suasana penuh kebersamaan, para pegawai dan warga tampak bergotong royong mencabut tanaman kacang tanah yang telah memasuki masa panen. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan yang tepat dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.
Thomas Andre Mawene mengatakan, pemanfaatan lahan kosong di lingkungan Kantor Camat berangkat dari keinginan untuk memberikan contoh nyata kepada masyarakat agar tidak membiarkan lahan potensial terbengkalai tanpa dimanfaatkan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa lahan tidur bisa menjadi sumber produksi pangan jika dikelola dengan baik. Pemerintah harus menjadi contoh terlebih dahulu sebelum mengajak masyarakat melakukan hal yang sama,” ujarnya.
Menurut Mawene, hasil panen kali ini cukup menggembirakan. Dari lahan yang dikelola secara swadaya tersebut, produksi kacang tanah mencapai hampir setengah ton.
Capaian itu, kata dia, menunjukkan bahwa sektor pertanian masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan di wilayah Taniwel Timur. Selain mendukung kebutuhan pangan, hasil pertanian juga dapat menjadi sumber tambahan pendapatan bagi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.
Inovasi yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Taniwel Timur dinilai selaras dengan visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat di bawah kepemimpinan Bupati Asri Arman, yang menempatkan penguatan sektor pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan pemanfaatan potensi lokal sebagai bagian penting dalam mendorong pembangunan daerah.
Pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif tidak hanya memberikan hasil panen, tetapi juga menghadirkan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya optimalisasi sumber daya yang tersedia di sekitar mereka. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan yang saat ini menjadi perhatian pemerintah di berbagai tingkatan.
Mawene berharap keberhasilan panen kacang tanah ini dapat menginspirasi pemerintah desa, kelompok tani, maupun masyarakat untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong yang selama ini belum tergarap secara maksimal.
“Kalau lahan kosong bisa dimanfaatkan dengan baik, maka manfaatnya akan kembali kepada masyarakat. Ini bukan hanya soal panen, tetapi bagaimana membangun kemandirian dan ketahanan pangan dari lingkungan kita sendiri,” katanya.
Keberhasilan panen hampir setengah ton kacang tanah di kompleks Kantor Camat Taniwel Timur menjadi gambaran bahwa inovasi pembangunan tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar. Dengan kreativitas, kemauan, dan pengelolaan yang baik, lahan yang sebelumnya terbengkalai dapat disulap menjadi aset produktif yang mendukung kesejahteraan masyarakat serta memperkuat visi pembangunan Kabupaten Seram Bagian Barat yang mandiri dan berdaya saing.***


















































































