BacaritaMaluku.com–SBB; Konflik yang terjadi antara warga Katapang dan Olas di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) terus menuai sorotan. Selain menimbulkan aksi pembakaran kendaraan milik Polres SBB, insiden tersebut juga menyebabkan sejumlah warga, termasuk anak-anak, terdampak tembakan gas air mata hingga harus mendapatkan perawatan medis di RS Leimena.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari salah satu tokoh pemuda Katapang, Sahran Silehu. Ia meminta Kapolres SBB memberikan penjelasan dan bertanggung jawab atas dugaan tindakan oknum aparat yang menembakkan gas air mata ke arah masyarakat.Senin 08/06/2026
“Kami meminta Kapolres SBB bertanggung jawab dan memberikan klarifikasi terkait tindakan oknum polisi yang menembakkan gas air mata kepada masyarakat Katapang. Kami menilai tindakan tersebut tidak sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP), apalagi sampai berdampak kepada warga dan anak-anak,” ujar Sahran.
Lebih lanjut, Sahran juga mendesak Kapolda Maluku untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kapolres SBB, bahkan mempertimbangkan pencopotan dari jabatannya.
“Kami meminta Kapolda Maluku segera mengevaluasi Kapolres SBB. Jika diperlukan, lakukan pencopotan jabatan. Kami melihat selama bertugas di SBB, komunikasi dan hubungan dengan pemuda, tokoh masyarakat, maupun tokoh agama sangat lemah. Akibatnya, kepekaan terhadap potensi konflik dan persoalan sosial di masyarakat menjadi lambat,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan persuasif dan komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan mencegah konflik sosial semakin meluas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres SBB terkait tudingan tersebut.***


















































































