BacaritaMaluku.com–Ambon, Maluku; Inovasi publikasi harga bahan pokok harian yang diaktifkan secara terbuka di pintu utama Pasar Mardika Ambon mendapat apresiasi dari Ketua OKK Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku, Farham Suneth.
Apresiasi tersebut disampaikan Farham pada Senin (18/05) di Ambon. Ia menilai langkah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Dr. Achmad Jais Ely menjadi bentuk nyata perlindungan pemerintah terhadap masyarakat dari potensi permainan harga sembako di pasaran.
Menurut Farham, papan informasi digital harga sembako harian yang kini aktif di pasar terbesar kebanggaan masyarakat Maluku itu menghadirkan transparansi baru dalam sistem perdagangan rakyat.
“Ini langkah yang sangat baik dan patut diapresiasi. Di bawah kepemimpinan Dr. Achmad Jais Ely, masyarakat akhirnya bisa melihat informasi harga secara terbuka dan langsung setiap hari. Ini bukan sekadar pajangan, tetapi bentuk perlindungan kepada rakyat,” ujar Farham.
Ia mengatakan, keterbukaan informasi harga akan memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun pelaku usaha kecil karena seluruh aktivitas perdagangan memiliki acuan harga yang jelas.
Dengan adanya publikasi harga resmi tersebut, kata dia, ruang spekulasi dan permainan harga oleh oknum tertentu dapat ditekan karena masyarakat bisa melakukan pengawasan langsung.
“Kalau harga sudah diumumkan terbuka seperti ini, maka potensi permainan di lapangan menjadi semakin kecil. Pedagang, pembeli, sampai pelaku usaha kecil memiliki referensi harga yang sama,” katanya.
Farham juga menilai inovasi tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.
Ia mengakui, fasilitas serupa sebenarnya pernah ada pada masa sebelumnya, namun tidak berjalan maksimal dan cenderung hanya menjadi formalitas.
“Dulu memang pernah ada, tetapi tidak aktif dan tidak benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sekarang terlihat hidup, diperbarui, dan fungsinya jelas sebagai kontrol publik,” ujarnya.
Menurutnya, langkah yang dilakukan Disperindag Maluku bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) itu bukan hanya bagian dari pelayanan publik, tetapi juga menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif di pasar tradisional.
“Transparansi harga sangat penting dalam dunia usaha. Ketika informasi dibuka secara jujur dan konsisten, maka kepercayaan publik meningkat dan aktivitas ekonomi rakyat menjadi lebih sehat,” katanya lagi.
Farham berharap inovasi tersebut dapat dipertahankan secara konsisten dan dikembangkan di pasar-pasar lain di wilayah Maluku sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan.
“Pasar Mardika adalah wajah ekonomi rakyat Maluku. Apa yang dilakukan hari ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir menjaga kepentingan masyarakat dan pelaku usaha kecil,” tandasnya.














































































