BacaritaMaluku.com–Manipa, Maluku; Tujuh Raja Negeri di Pulau Manipa menyatakan sikap tegas atas kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa Abdullah Mahu. Dalam pernyataan bersama, para pemimpin adat tersebut mendesak aparat penegak hukum agar segera menangkap para pelaku dan memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah pertemuan adat yang berlangsung khidmat dan dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, serta keluarga korban. Para Raja Negeri menilai tindakan kekerasan yang dialami Abdullah Mahu merupakan pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan, hukum, dan tatanan adat yang dijunjung tinggi masyarakat Pulau Manipa. Minggu 17/05/2026
“Kami tidak bisa mentolerir tindakan brutal seperti ini. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Pelaku harus segera ditangkap dan diadili,” tegas salah satu Raja Negeri dalam pernyataan bersama tersebut.
Selain mendesak penegakan hukum, para Raja Negeri juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang dapat memperkeruh situasi. Mereka menekankan pentingnya menjaga persatuan, keamanan, dan stabilitas sosial di tengah masyarakat Manipa.
Para tokoh adat berharap aparat kepolisian dapat bekerja cepat, profesional, dan transparan dalam menangani kasus tersebut demi menghadirkan rasa keadilan bagi korban dan keluarga.***















































































