BacaritaMaluku.com, Piru; Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) periode 2026–2030 resmi dikukuhkan dalam prosesi pelantikan yang berlangsung di Gedung Hatutelu, Piru, Senin (13/4/2026).
Pengukuhan pengurus dilakukan oleh Ketua Dekranasda SBB, Rosbayani Asri, dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), pelaku UMKM, serta perajin lokal.
Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan pembukaan pelatihan produksi aneka kuliner berbahan dasar sagu dan kelor sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Dalam sambutannya, Rosbayani menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku UMKM dalam mengembangkan produk unggulan daerah. Ia menyebut Dekranasda harus menjadi penghubung yang efektif dalam membangun kolaborasi lintas sektor.
“Dekranasda tidak boleh hanya bersifat seremonial, tetapi harus mampu menghadirkan kerja nyata melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku UMKM untuk mengembangkan produk unggulan daerah,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan pengembangan sektor kerajinan ke depan tidak hanya terletak pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup pemasaran, digitalisasi, serta inovasi desain agar mampu mengikuti tren pasar.
Sementara itu, sambutan Bupati Seram Bagian Barat, Asri Arman, yang dibacakan Wakil Bupati Selfinus Kainama, menyampaikan bahwa pengukuhan pengurus Dekranasda merupakan amanah besar dalam upaya mengembangkan potensi kerajinan daerah sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.
Dekranasda diharapkan dapat berperan aktif dalam membina, mengembangkan, dan mempromosikan produk kerajinan lokal agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pelaku usaha kerajinan.
Pelatihan kuliner berbahan dasar sagu dan kelor yang digelar menjadi langkah konkret dalam mendorong diversifikasi pangan lokal dan peningkatan nilai tambah produk unggulan daerah. Sagu sebagai komoditas khas Maluku dan kelor yang kaya gizi dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Melalui momentum ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara Dekranasda, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2030, Dekranasda Kabupaten Seram Bagian Barat diharapkan semakin solid dalam mengembangkan potensi kerajinan daerah sebagai kekuatan ekonomi baru, sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Sebagai penutup, pelatihan produksi aneka kuliner berbahan dasar sagu dan kelor secara resmi dinyatakan dibuka.***




















































































