BacaritaMaluku. com–Kita akan merayakan hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia ke 80 tahun , Namun sampai saat ini Indonesia masih Jawa sentris, kekuasaan politik masih dipimpin oleh mayoritas polititisi dari pulau Jawa.
Jika yang terus menguasai kepemimpinan di negara ini adalah pemimpin yang berasal dari pulau Jawa maka, seterusnya hanya masyarakat dan pembangunan di pulau Jawa saja yang menjadi perhatian pembangunan, sedangkan masyarakat di daerah-daerah timur Indonesia dipaksa cinta tanah air, cinta merah putih dan wajib menjujung tinggi Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara.
Bisa dilihat bagaimana pembangunan di Timur Indonesia dan pulau Jawa jauh sekali bagaikan jarak antara langit dan bumi, kita dipaksa menghormati keputusan dan kebijakan pemerintah pusat, kita dipaksa untuk tunduk pada kekuasaan yang sama sekali tidak adil dalam pembangunan dan kesejahteraan.
Kita buat menjadi ketergantungan kepada pusat, bagi-bagi soal pembangunan seperti tidak Sudi, seperti negara takut kehabisan anggaran, takut bangkrut kalau melakukan pembangunan dan mensejahterakan masyarakat dan daerah-daerah yang ada di Timur Indonesia.
Masyarakat dan daerah-daerah yang ada di Timur Indonesia seakan-akan menjadi beban bagi negara ini, seakan-akan ada yang lebih penting dan lebih prioritas daripada masyarakat dan daerah-daerah yang di Timur Indonesia.
Memang kita sudah merdeka 17 Agustus 1945 tapi dan perang suda selesai, tetapi masyarakat dan daerah-daerah yang ada di Timur Indonesia belum merdeka dari rasa keadilan yang merata.
Masyarakat dan pembangunan di Indonesia Timur buat hidup yang berharap dari dana transfer pusat yang sangat kecil, sehingga jangan heran jika kemiskinan tiap taun, pengangguran setiap tahun meningkat di Indonesia Timur.***



















































































