BacaritaMaluku. Com–Ambon; Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Maluku melakukan silaturahmi dengan Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan sinergi antara organisasi kepemudaan dan institusi kepolisian di daerah.
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruangan kerja Kapolda Maluku, pada Selasa 13 Januari, kedua pihak membahas berbagai persoalan terkait penanganan keamanan dan penegakan hukum di Maluku.
PWPM Maluku menyatakan komitmennya untuk terus mendukung langkah-langkah Polda Maluku yang bertujuan menjaga stabilitas, ketertiban, dan rasa aman di tengah masyarakat.
Ketua OKK PWPM Maluku, Farhan Suneth, yang hadir mewakili Ketua Wilayah PWPM Maluku, Rimbo Bugis, menegaskan bahwa Pemuda Muhammadiyah siap menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga kondusivitas daerah.
Namun, menurutnya, dukungan tersebut tidak menghilangkan peran kritis organisasi dalam mengawal kebijakan dan tindakan aparat penegak hukum.
“Kami mendukung penuh kebijakan Kapolda Maluku yang berpihak pada kepentingan rakyat dan sesuai dengan undang-undang. Tetapi jika ada kekeliruan, tindakan yang tidak prosedural, atau kebijakan yang merugikan masyarakat, PWPM Maluku akan menyuarakan kritik secara terbuka dan bertanggung jawab,” ujar Farhan.
Ia menambahkan, sikap kritis justru menjadi bagian dari upaya memperkuat institusi kepolisian agar semakin profesional, transparan, dan dipercaya publik.
Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, sangat penting dalam membangun tata kelola keamanan yang demokratis.
Silaturahmi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara PWPM Maluku dan Polda Maluku, sehingga ke depan koordinasi dalam menangani berbagai persoalan sosial, keamanan, dan ketertiban masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
Sekedar info, Turut hadir mendampingi Ketua OKK, jajaran Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Maluku, diantaranya, Lukman Rumbory, Kamarudin Bolat, Wandri Makasar, Rian Markalim, Abas Souwakil, Rony Marasabessy, Tamrin Efruan, Munawir, dan Pahdi Tuanany.***



















































































