BacaritaMaluku. Com–Ambon, Maluku; Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Ambon menggelar dialog pendidikan bertema “Pelajar Ambon Cinta Damai dan Aksi Nyata” di SMK Muhammadiyah Kota Ambon, Rabu (3/12/2025).
Kegiatan ini diikuti puluhan siswa sebagai upaya memperkuat karakter generasi muda agar menumbuhkan budaya cinta damai, menjauhi kekerasan, serta mengedepankan perilaku positif dalam lingkungan sekolah maupun kehidupan sosial.
Memulai agenda edukatif itu, Farham Suneth selaku mengatakan dialog pendidikan ini dirancang sebagai ruang edukatif terbuka, di mana pelajar dapat memperoleh pemahaman langsung dari para pemangku kepentingan terkait pentingnya menjaga keamanan psikologis sesama teman sebaya, menghindari konflik, serta menempatkan sikap saling memaafkan dan menghargai sebagai bagian dari moralitas generasi Ambon masa kini.
Kegiatan menghadirkan narasumber Djafar Lessy yang mewakili Kapolresta Pulau Ambon dan PP Lease, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Ferdinand Tasso, serta Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Muhammad Anshari.
Masing-masing memberikan paparan dari perspektif institusi tentang pentingnya mencegah kekerasan di lingkungan pelajar, membangun empati, serta menciptakan ruang pendidikan yang kondusif dan inklusif.
Dalam penyampaiannya, para pemateri umumnya menekankan bahwa pelajar bukan hanya dituntut memahami konsep cinta damai, tetapi juga menerapkannya melalui aksi nyata, baik dalam menjaga hubungan pertemanan, menciptakan suasana sekolah yang harmonis, terlibat dalam kegiatan sosial, maupun mengembangkan potensi diri dalam bidang akademik dan non-akademik.
Dialog tersebut turut menghadirkan Ketua PWPM Maluku, Rimbo Bugis, sebagai Keynote Speaker.
Rimbo menegaskan bahwa PDPM maupun PWPM memiliki tanggung jawab moral untuk mendampingi pelajar sebagai aset bangsa agar tidak terjebak pada tren pergaulan negatif, tetapi tumbuh menjadi generasi yang produktif, berkepribadian kuat, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah. Acara dipandu oleh Farham Suneth sebagai moderator.
Melalui kegiatan ini, PDPM Kota Ambon berharap gerakan cinta damai dapat menjadi budaya di kalangan remaja—bukan sekadar slogan sesaat—sehingga pelajar Ambon dapat tampil sebagai generasi unggul, berprestasi, dan menjadi contoh baik bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.***



















































































