BacaritaMaluku.com–kab. Malra; Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) mengambil langkah strategis yang dianggap krusial oleh banyak pihak, dengan menetapkan sejumlah pejabat sebagai Pelaksana Tugas (PLT) untuk empat jabatan kunci. Tujuan utama langkah ini adalah memastikan roda pemerintahan tetap berjalan efektif dan tidak terhambat, bahkan di tengah dinamika pengisian jabatan yang terkadang membutuhkan waktu.
Proses penetapan dan pelantikan para PLT ini dilaksanakan dalam acara yang diadakan di Aula Kantor Bupati Malra, Sabtu, 6/12/2025. Acara yang dihadiri oleh pejabat tinggi daerah, staf aparatur, dan beberapa tokoh masyarakat lokal itu berlangsung dengan suasana yang serius namun penuh harapan, mengingat peran penting jabatan-jabatan yang akan diisi secara sementara.
Empat jabatan yang ditunjuk PLT-nya masing-masing adalah:
– Plt. Kepala Bagian Umum: Ester Revo
– Plt. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM): Aisyah Fatima Borut
– Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga dan Perlindungan Anak (DPKKB): Hasim Rengil
– Plt. Sekretaris Daerah (Sekda): Ahmad Dahlan Tamher, dengan masa tugas yang ditetapkan selama 3 bulan
Di antara keempat jabatan tersebut, penetapan PLT Sekda menjadi sorotan utama dan mendapatkan perhatian khusus dari Bupati Malra, H. Muhamad Thaher Hanubun.
Dalam sambutannya, Bupati Thaher mengakui bahwa keputusan untuk menunjuk PLT Sekda tidaklah mudah diambil, terutama setelah pengalaman berat yang pernah dialami dalam proses pengisian jabatan strategis itu sebelumnya. Ia mengungkapkan perasaan tertekan namun tetap tegas dalam memprioritaskan kelancaran pemerintahan.
“Memang hati ini berat, tapi pemerintahan harus tetap jalan. Saya memohon ridho Tuhan dalam penetapan PLT ini, agar para yang ditunjuk dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab,” tegas Thaher dalam pidatonya yang dihantarkan dengan nada yang emosional namun tegas.
Selain itu, Bupati juga menekankan agar seluruh PLT yang ditunjuk menunjukkan kinerja maksimal, menjaga integritas yang tinggi, serta mampu memastikan ritme administrasi dan pelayanan publik tetap stabil. Ia menambahkan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama, tanpa ada penurunan kualitas akibat kekosongan jabatan yang sementara.
“Kepada para PLT, saya harapkan Anda semua bekerja dengan semangat, kerja sama antar dinas, dan selalu mempertimbangkan kepentingan masyarakat. Jangan biarkan posisi sementara ini menjadi alasan untuk tidak memberikan yang terbaik,” tegasnya.
Bupati Thaher juga menyampaikan harapannya bahwa dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, posisi Sekda dapat terisi secara definitif sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku. Proses seleksi atau pengisian jabatan secara tetap, katanya, akan dijalankan dengan transparan dan sesuai aturan, agar mendapatkan pejabat yang kompeten dan layak memegang jabatan strategis itu.
Pelantikan sejumlah PLT ini kemudian dinilai oleh para analis dan tokoh masyarakat lokal sebagai bagian dari upaya penyelarasan struktur organisasi dan penguatan tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif, responsif, dan berorientasi pelayanan. Langkah tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berkomitmen penuh menjaga kesinambungan birokrasi, bahkan di tengah tantangan dan dinamika yang terjadi dalam pengelolaan jabatan pejabat daerah.
Setelah acara pelantikan selesai, salah satu pejabat yang diangkat sebagai PLT, Aisyah Fatima Borut (Plt. Kepala BKPSDM), menyampaikan kesediaannya untuk menjalankan tugas.
“Kami akan berusaha sebaik mungkin, mengikuti arahan Bupati dan menjaga kelancaran kerja di dinas kami. Penyampaian pelayanan kepada pegawai dan masyarakat akan tetap menjadi fokus kami,” ujarnya.(Erick)




















































































