BacaritaMaluku. Com–Piru; Pemerintah Negeri Luhu menggelar pertemuan bersama Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan Kapolres di Kantor Bupati SBB, Senin (30/03/2026), guna membahas situasi keamanan di wilayah tersebut.
Dalam pertemuan itu, Raja Negeri Luhu menyampaikan bahwa sekitar 99 persen masyarakat Negeri Luhu tidak menginginkan terjadinya konflik. Ia menegaskan bahwa situasi yang terjadi belakangan ini bukan merupakan kehendak masyarakat secara umum.
Menurutnya, insiden bunyi letupan yang sempat terjadi diduga berasal dari oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja menciptakan keresahan. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk kejahatan yang perlu segera diusut tuntas.
“Kami meyakini masyarakat Luhu pada dasarnya menginginkan kedamaian. Hanya ada oknum-oknum tertentu yang memainkan peran sehingga menimbulkan situasi yang tidak kondusif,” ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya memohon kepada aparat keamanan agar dapat memaksimalkan kerja intelijen dalam mengungkap dan menemukan para pelaku, baik yang berasal dari Luhu maupun dari wilayah lain, termasuk Iha.
Selain itu, Pemerintah Negeri Luhu juga meminta agar Pos Bantuan Kendali Operasi (BKO) TNI dapat kembali diaktifkan, guna menjaga stabilitas keamanan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga situasi tetap kondusif di wilayah Seram Bagian Barat.***




















































































