Ambon, BacaritaMaluku.com– Aliansi Anak Tani dan Nelayan Pulau Seram (ATANSER) menegaskan sikap keras terhadap maraknya fitnah dan provokasi yang ditujukan kepada PT Nusaina Group dan Alhidayat Wajo.
Ketua Umum ATANSER, Rudy Rumagia, menyebut tuduhan yang beredar tidak memiliki dasar hukum dan sarat kepentingan politik sesaat.
“Opini yang diputarbalikkan itu jelas bertentangan dengan fakta di lapangan. PT Nusaina Group telah memberi lapangan kerja, dana kemitraan, dan program sosial nyata untuk masyarakat Seram. Fitnah hanya upaya menjatuhkan,” tegas Rumagia.
Sekretaris Jenderal ATANSER, Agus IE, menambahkan bahwa isu pencemaran lingkungan maupun sengketa lahan tidak terbukti secara hukum.
“Lembaga resmi sudah turun, tidak ada pelanggaran serius. Persoalan lahan lebih banyak berasal dari dinamika internal masyarakat adat, bukan kesalahan perusahaan. Jadi hentikan provokasi yang merusak persatuan,” ujarnya.
Agus lE juga menegaskan dukungannya kepada Alhidayat Wajo yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat.
Menurut Agus, figur muda Seram ini selalu membuka ruang dialog dan membangun kemitraan.
“Tapi kontribusinya justru dibalas dengan fitnah. Ini tidak adil,” katanya.
Pihaknya menilai fitnah dan provokasi hanya memperlambat pembangunan serta merugikan petani dan nelayan Seram.
“Masyarakat harus sadar, fitnah tidak memberi apa-apa. Sementara PT Nusaina Group sudah konsisten berpihak kepada rakyat. Kami akan terus mengawal agar perusahaan ini tetap berada di jalur itu,” tutup Agus. ***




















































































