BacaritaMaluku. Com–PIRU; Masyarakat Negeri Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), menyatakan sikap tegas menolak seluruh aktivitas pertambangan dan pengambilan material di wilayah tanah ulayat mereka. Sikap tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani oleh kepala-kepala soa dan perwakilan 12 marga.
Penolakan itu mencakup aktivitas pengambilan sampel nikel, eksplorasi, hingga eksploitasi oleh PT Manusela Prima Mining di wilayah Laala dan sekitarnya tanpa persetujuan masyarakat adat dan pemerintah negeri. Selain itu, masyarakat juga menolak kegiatan pengambilan batu pecah oleh PT TIA Kan di kawasan yang sama.
Tak hanya dua perusahaan tersebut, masyarakat Negeri Luhu juga menegaskan penolakan terhadap seluruh perusahaan yang hendak melakukan aktivitas apapun di atas tanah ulayat tanpa persetujuan kepala-kepala soa, 12 marga, dan pemerintah negeri.
Aksi penyampaian aspirasi ini dipimpin langsung oleh Raja/Kepala Desa Negeri Luhu, Hj. Abd Gani Kaliky, bersama para kepala soa dan perwakilan marga. Rombongan kemudian menyerahkan langsung tuntutan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat.
Tuntutan aksi tersebut diterima langsung Wakil Bupati SBB, Selfinus Kainama, didampingi Sekretaris Daerah Alvin Tuasuun, di Kantor Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Senin (06/04).
Dalam pernyataannya, masyarakat menegaskan bahwa setiap pihak yang merasa keberatan atas sikap tersebut dipersilakan untuk datang dan berkoordinasi langsung dengan kepala-kepala soa dan perwakilan marga sebagai representasi resmi masyarakat adat Negeri Luhu.
Langkah ini dipandang sebagai upaya menjaga kedaulatan tanah ulayat sekaligus mempertegas posisi masyarakat dalam menghadapi aktivitas industri yang dinilai belum memiliki legitimasi sosial dan persetujuan adat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait. Pemerintah daerah menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan mempertimbangkan aspek hukum, adat, serta kepentingan pembangunan daerah secara menyeluruh.***




















































































