BacaritaMaluku.com–Kota Tual; Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Kota Tual, Moksen Ohoiyuf, menyampaikan imbauan serius kepada seluruh lapisan masyarakat pengguna media sosial di wilayahnya. Imbauan ini secara khusus menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam berinteraksi di dunia maya, terutama untuk tidak menggiring opini atau narasi yang dapat mengarah pada isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).
Saat dihubungi Media ini via WhatsApp Rabu, 25/02/2026, Moksen Ohoiyuf menegaskan bahwa media sosial memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat menggunakan platform tersebut secara bertanggung jawab.
“Kami menghimbau masyarakat pengguna media sosial agar tidak menggiring opini maupun narasi yang mengarah pada isu Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA),” ujar Moksen Ohoiyuf.
Imbauan ini bukan tanpa alasan. Perkembangan teknologi informasi yang pesat, di satu sisi membawa dampak positif berupa kemudahan akses informasi dan komunikasi. Namun, di sisi lain, juga rentan disalahgunakan untuk menyebarkan informasi yang tidak benar, provokatif, bahkan ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan. Isu SARA, khususnya, merupakan salah satu pemicu konflik yang paling sensitif dan berbahaya bagi keharmonisan sosial.
Pemerintah Kota Tual sangat menyadari bahwa stabilitas dan kerukunan antar warga adalah kunci utama dalam mendukung pembangunan daerah. Dengan Tual yang dikenal sebagai kota yang majemuk dengan berbagai latar belakang suku dan agama, menjaga toleransi dan saling menghormati menjadi prioritas utama.
Moksen Ohoiyuf menambahkan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan iklim media sosial yang positif dan konstruktif.
“Mari kita jadikan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat, membangun semangat kebersamaan, dan bukan sebagai alat untuk menciptakan perpecahan,” ajaknya.
Beliau juga mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi. Kritis dalam menyaring berita, memeriksa kebenaran fakta, dan tidak mudah terprovokasi adalah langkah bijak yang harus diterapkan.
Pemerintah Kota Tual berharap, dengan adanya imbauan ini, masyarakat dapat lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial. Dengan demikian, semangat persatuan dan kesatuan di Kota Tual dapat terus terjaga, serta terhindar dari potensi konflik yang disebabkan oleh penyebaran isu SARA di media sosial. (Erick)



















































































