Ambon, BacaritaMaluku.com– Kader Partai Golkar, Roni Sianresy, akhirnya angkat bicara lantang menanggapi pemberitaan yang menyeret namanya dalam polemik SOKSI Maluku. Ia menegaskan bahwa tudingan yang dialamatkan kepadanya adalah fitnah dan jebakan politik yang merusak nama baiknya.
“Saya ingin luruskan. Saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan untuk menjatuhkan SOKSI. Itu tuduhan tidak benar. Saya dijebak,” tegas Roni.
Menurutnya, pemberitaan yang beredar sengaja digoreng untuk menciptakan opini negatif di publik. Bahkan, saat dirinya ditanya soal Pulau Pombo, ia mengaku sama sekali tidak mengetahui persoalan tersebut.
“Saya tidak pernah ke Pulau Pombo. Bagaimana mungkin saya memberi komentar? Itu pertanyaan yang menyesatkan dan sengaja menjebak saya,” ujarnya dengan nada geram.
Roni menilai langkah seperti itu tidak hanya merugikan dirinya, tetapi juga mencederai etika politik. Ia meminta publik tidak terprovokasi oleh informasi liar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Jangan ada politik jebakan di tubuh Golkar. Klarifikasi ini penting, karena saya tidak ingin masyarakat ditipu oleh narasi yang menyesatkan,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Roni juga menyoroti pentingnya figur kuat untuk menakhodai Golkar Maluku ke depan. Ia secara terbuka menyebut Boy Sangadji sebagai sosok yang layak memimpin konsolidasi partai.
“Dengan kepemimpinan di SOKSI saja, Bang Boy terbukti mampu melakukan gerakan terukur dan masif. Kalau beliau dipercaya memimpin Golkar Maluku, saya yakin kejayaan partai ini bisa kembali,” pungkasnya.***




















































































