BacaritaMaluku. Com–PIRU,Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB); Asri Arman, meresmikan Masjid At-Taqwa di Dusun Batu Lubang, Negeri Luhu, Kecamatan Huamual, Selasa (24/03), didampingi Raja Negeri Luhu Abd Gani Kaliky dan Camat Huamual Radjab Waleulu dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Peresmian masjid yang kini berdiri megah tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati serta pemotongan pita oleh Ketua TP PKK SBB, Yeni Rosbayani Asri.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kehadiran Masjid At-Taqwa merupakan hasil dari kekuatan gotong royong masyarakat yang patut diapresiasi.
“Pembangunan masjid ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, tetapi merupakan simbol kebersamaan, gotong royong, dan keimanan masyarakat,” ujar Bupati.
Ia mengungkapkan bahwa proses pembangunan masjid telah lama dikawal sejak dirinya masih menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku, sehingga memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Batu Lubang.
Bupati juga menyoroti keterlibatan aktif masyarakat, termasuk kaum ibu, dalam proses pembangunan masjid secara swadaya.
“Saya melihat sendiri bagaimana masyarakat Batu Lubang bekerja bersama. Bahkan ibu-ibu turut mengambil bagian mengumpulkan batu. Ini luar biasa dan menjadi contoh nyata kekuatan kebersamaan,” ungkapnya.
Menurutnya, semangat kolektif tersebut menjadi fondasi penting dalam pembangunan daerah berbasis kekuatan rakyat.
“Saya sudah seperti orang Batu Lubang. Sejak awal saya hadir membantu masyarakat, bukan hanya dalam pembangunan masjid, tetapi juga penyediaan air bersih sebagai bentuk kepedulian,” tuturnya.
Atas nama pemerintah daerah, Bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh masyarakat dan pihak yang telah berkontribusi hingga masjid tersebut dapat diresmikan.
Ia berharap Masjid At-Taqwa tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda.
“Dengan diresmikannya masjid ini, saya berharap tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan, pendidikan Al-Qur’an, dan pembinaan moral generasi muda,” katanya.
Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat untuk terus mendukung pembangunan keagamaan sebagai bagian dari pembentukan masyarakat yang religius dan harmonis.
Mengakhiri sambutannya, Bupati secara resmi meresmikan penggunaan masjid tersebut.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini saya resmikan penggunaan Masjid At-Taqwa Dusun Batu Lubang. Semoga membawa keberkahan bagi kita semua,” ucapnya.
Ketua Panitia Peresmian, La Rantodi, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan masjid merupakan hasil rembuk bersama dan swadaya masyarakat dengan total donasi mencapai Rp41.016.000.
“Ini adalah hasil kebersamaan. Dana yang terkumpul dari keluarga besar masyarakat Batu Lubang mencapai Rp41 juta lebih, dan itu menjadi bukti nyata semangat gotong royong,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Asri Arman beserta keluarga yang telah menjadi donatur utama sejak awal pembangunan.
Sementara itu, Pemerintah Dusun Batu Lubang melalui Sekretaris Dusun Hardin Waleulu, mewakili Kepala Dusun Idiani Datumboyo, menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak.
“Masjid ini berdiri karena semangat gotong royong masyarakat dan dukungan semua pihak. Kami sangat bersyukur dan bangga,” ujarnya.
Raja Negeri Luhu, Abd Gani Kaliky, menyampaikan rasa bangga atas kebersamaan masyarakat Batu Lubang hingga masjid tersebut berdiri megah.
“Masjid ini harus kita makmurkan bersama, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan dan pembinaan umat,” katanya.
Senada, Camat Huamual Radjab Waleulu juga mengapresiasi kekompakan masyarakat yang telah menunjukkan semangat kolektif dalam pembangunan.
Kegiatan peresmian turut diwarnai dengan penyerahan bantuan Al-Qur’an dan buku Iqra oleh Ketua TP PKK SBB bersama DPD KNPI Maluku.
Turut hadir Ketua DPD KNPI SBB M. Fahrul Kaisuku, Ketua BKPRMI Maluku Ilham Sipahutar, Sekretaris Daerah SBB Alvin Tuasuun, anggota DPRD, unsur Forkopimcam, serta sejumlah pimpinan OPD.
Peresmian Masjid At-Taqwa ini menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah wilayah, dan masyarakat dalam membangun sarana keagamaan yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga sarat nilai kebersamaan dan spiritualitas.***






















































































