BacaritaMaluku.com–Tual; Modus baru telah digunakan oleh pelaku akun palsu yang mengatasnamakan Dandim 1503/Tual Letkol Inf Andi Agus Salim. Sejak Jumat (20/3/2026), akun tersebut mulai menawarkan kesempatan kerja di lingkungan Kodim dan beasiswa untuk anak muda, dengan tujuan menarik lebih banyak korban. Pihak Kodim mengingatkan: tidak ada proses rekrutmen atau pendaftaran beasiswa yang dilakukan melalui pesan pribadi media sosial!
Akun dengan nama “Letkol Andi Agus Salim – Rekrutmen Kodim 1503” telah terdeteksi aktif menghubungi pemuda dan orang tua siswa di berbagai kecamatan di Tual. Beberapa pesan yang diterima warga menyatakan bahwa ada kuota terbatas untuk pekerjaan sebagai staf administrasi Kodim dan beasiswa pendidikan tinggi yang disponsori oleh pihak militer. Namun, untuk mendaftar, calon penerima diminta untuk membayar “biaya tes” atau “biaya pendaftaran” serta memberikan data pribadi lengkap termasuk riwayat pendidikan.
Seorang pemuda bernama Ahmad (22) mengaku hampir terjebak setelah menerima pesan yang menawarkan pekerjaan dengan gaji menarik. “Saya sudah siap mentransfer uang biaya tes, tapi sebelum itu saya coba cari informasi di website Kodim dan tahu itu bohong,” ujarnya.
Letkol Inf Andi Agus Salim segera mengklarifikasi bahwa semua proses rekrutmen personel dan pendaftaran beasiswa yang dikelola oleh Kodim 1503/Tual selalu diumumkan melalui situs web resmi Kodam Pattimura, akun media sosial resmi Kodim 1503/Tual, dan melalui pengumuman di papan informasi kantor kecamatan serta sekolah-sekolah. “Kami tidak pernah memungut biaya apapun untuk proses rekrutmen atau beasiswa. Semua dilakukan secara terbuka dan transparan melalui prosedur yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Pihak Kodim juga telah bekerja sama dengan dinas pendidikan dan dinas tenaga kerja Kabupaten Tual untuk memberikan informasi resmi tentang kesempatan kerja dan beasiswa yang sah kepada masyarakat. Petugas akan mengadakan temu langsung dengan kelompok pemuda dan orang tua siswa di beberapa lokasi untuk menjelaskan cara mendapatkan kesempatan tersebut dengan benar.
Kapten Reserse Kriminal Polres Tual menjelaskan bahwa penggunaan modus tawaran kerja dan beasiswa adalah taktik baru yang digunakan pelaku untuk menarik perhatian kalangan muda dan orang tua yang ingin meningkatkan taraf hidup. “Mereka memanfaatkan harapan masyarakat akan kesempatan baik, sehingga lebih mudah untuk membangun kepercayaan. Setelah korban mempercayai, pelaku akan mulai meminta uang dengan berbagai alasan hingga korban menyadari telah tertipu,” ungkapnya.
Polisi juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan tawaran yang tampak terlalu baik untuk menjadi kenyataan. “Selalu periksa keaslian informasi dengan pihak yang bersangkutan secara langsung atau melalui saluran resmi. Jangan pernah memberikan uang atau data pribadi hanya karena menerima pesan di media sosial,” tambahnya.
Ciri-ciri tawaran palsu yang harus diwaspadai:
-Tawaran diberikan secara pribadi tanpa pengumuman resmi
– Meminta pembayaran untuk berbagai biaya pendaftaran atau tes
– Menekankan agar proses dilakukan dengan cepat dan rahasia
– Tidak menyertakan informasi tentang kontak person resmi atau lokasi pendaftaran
Pihak berwenang menegaskan bahwa mereka akan terus meningkatkan pemantauan dan bekerja sama dengan penyedia media sosial untuk menutup akun palsu tersebut serta melacak identitas pelaku. “Kita akan melakukan segala upaya untuk menghentikan tindakan keji ini dan memberikan keadilan bagi masyarakat yang mungkin telah merugikan,” pungkas Letkol Inf Andi Agus Salim. (Erick)



















































































