BacaritaMaluku. Com–Ambon, Maluku,; Lima anggota DPRD Provinsi Maluku daerah pemilihan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), menuai kritik atas ketidakhadiran mereka dalam momentum Konsolidasi Pemuda SBB pada panggung Dialog Maluku Integrated Port (MIP), yang digelar di Graha Ambon Ekspres, Kota Ambon, Rabu (04/03/2026).
Selain lima legislator tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat, Andreas Kolly, juga dinilai tidak menunjukkan kepekaan dan keseriusan terhadap isu MIP yang tengah menjadi perhatian publik di SBB.
Kritikan tersebut disampaikan Ketua OKK DPD KNPI SBB, Farham Suneth. Ia menyayangkan absennya para wakil rakyat dalam forum yang dinilai strategis sebagai ruang konsolidasi dan penyampaian aspirasi pemuda SBB terkait proyek MIP.
Menurut Farham, panitia telah menyiapkan forum secara terbuka dan melayangkan undangan resmi kepada para anggota DPRD Provinsi Maluku asal dapil SBB maupun pimpinan DPRD SBB. Namun, tidak satu pun yang hadir.
“Kami sangat menyesalkan ketidakhadiran lima anggota DPRD Provinsi dapil SBB dan pimpinan DPRD SBB pada momentum Konsolidasi Pemuda SBB di panggung Dialog MIP. Ini menandakan ketidakseriusan dalam mengawal kepentingan masyarakat SBB,” ujarnya.
Ia menilai, ketidakhadiran tersebut mencerminkan lemahnya komitmen dalam mengawal isu strategis daerah. Bahkan, Farham menyebut sikap itu menjadi bahan evaluasi bagi masyarakat SBB dalam menilai kinerja para wakil rakyat untuk lima tahun ke depan.
“Panggung sudah kami siapkan, undangan telah kami sampaikan secara resmi, tetapi tidak ada satu pun yang hadir. Jangan sampai wakil rakyat hanya bersuara ketika kebijakan sudah selesai,” tegasnya.
Sebagai bentuk kekecewaan, DPD KNPI SBB bahkan menyatakan “berkabung”, atas apa yang mereka sebut sebagai tidak terdengarnya suara perwakilan rakyat asal SBB, dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat di forum strategis seperti Dialog MIP.***



















































































