BacaritaMaluku.com– Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, bersama Bupati Seram Bagian Barat (SBB) menunjukkan keselarasan visi dalam memperkuat nilai persaudaraan melalui kehadiran mereka pada kegiatan makan patita bertajuk “Lisabata Panggil Pulang” di Negeri Lisabata, Selasa (24/3/2026).
Kehadiran Gubernur didampingi Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa. Turut hadir Bupati dan Wakil Bupati SBB, Sekretaris Daerah, jajaran OPD Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten SBB, serta tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peresmian Tugu Pela Gandong sebagai simbol penguatan ikatan persaudaraan antara Negeri Lisabata dengan 25 negeri dalam ikatan adat Pela Gandong. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Gubernur.
Pembangunan tugu ini diharapkan menjadi penanda kokohnya persatuan, kebersamaan, serta komitmen menjaga nilai-nilai luhur budaya Maluku yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang sarat nilai kebersamaan tersebut. Ia menegaskan bahwa makan patita bukan sekadar tradisi, melainkan manifestasi kehidupan sosial masyarakat Maluku yang menjunjung tinggi semangat orang basudara.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, pribadi dan keluarga, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.
Menurut Gubernur, momentum “Lisabata Panggil Pulang” menjadi ruang strategis untuk memperkuat ukhuwah atau persaudaraan sebagai fondasi utama dalam membangun Maluku yang damai dan harmonis di tengah keberagaman.
Ia juga menekankan bahwa makan patita merupakan budaya khas Maluku yang mempertemukan masyarakat dalam satu kebersamaan, sekaligus menjadi pengikat kuat dalam relasi Pela Gandong.
Mengutip kearifan lokal Maluku, Gubernur menyampaikan filosofi hidup orang basudara, seperti “potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, serta sagu salempeng dipatah dua”, yang mencerminkan nilai saling memahami, mempercayai, mencintai, dan menopang satu sama lain.
Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Pulau Seram, untuk terus menjaga persatuan dan bersama-sama membangun daerah.
“Mari katong jaga Maluku bae-bae. Siapa lagi yang mau bangun Maluku kalau bukan ale deng beta,” tutupnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur juga membuka Turnamen Bola Voli “Idul Fitri Cup Negeri Lisabata 2026” yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya pertandingan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan kuatnya nilai persaudaraan serta budaya hidup orang basudara yang terus terjaga di Maluku.***






















































































