BacaritaMaluku.com–Kabupaten Maluku Tenggara – Sebuah serangkaian bentrok antar kelompok pemuda yang berawal dari insiden kecil berupa makian telah menimbulkan konsekuensi tragis di Desa Danar, Kabupaten Maluku Tenggara, pada Jumat (27/3/2026) dini hari. Peristiwa yang berlangsung secara bertahap dari malam hari hingga dini hari mengakibatkan satu pemuda tewas dunia, sejumlah warga serta anggota kepolisian mengalami luka-luka, hingga kerusakan materiil yang cukup parah berupa rumah dan kendaraan yang terbakar serta rusak.
Menurut keterangan Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, awal mula konflik terjadi sekitar pukul 22.00 WIT pada hari Kamis malam silam. Saat itu, seorang pemuda berinisial M.O. sedang melintas menggunakan sepeda motor dengan kecepatan tinggi di depan rumah warga berinisial A.M., yang pada saat bersamaan sedang berada di luar rumah bersama tiga rekannya yaitu H.W., H.M., dan R.W. Tidak lama setelah itu, terjadi pertukaran kata-kata yang tidak menyenangkan dan berkembang menjadi aksi saling makian antara pihak M.O. dengan kelompok remaja yang berada di sekitar kawasan Masjid Al-Mathar yang berjarak tidak jauh dari lokasi awal insiden. Selain saling mencaci maki, kedua kelompok juga mulai melempar barang-barang yang ada di sekitar lokasi, membuat suasana di kawasan tersebut menjadi tegang.
Kondisi menjadi semakin memanas ketika istri dari A.M., yaitu A.O., yang menyaksikan dan merasa tidak terima atas tindakan makian yang dilakukan oleh kelompok remaja tersebut, memutuskan untuk mendatangi rumah M.O. dengan tujuan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak desa yang tinggal berdekatan dengan rumah M.O. Namun, kunjungan tersebut tidak berhasil meredakan suasana, bahkan malah membuat situasi menjadi lebih panas karena terjadi lagi pertukaran kata yang tidak menyenangkan antara pihak A.O. dengan keluarga serta teman-teman M.O.
Sekitar pukul 23.05 WIT, tidak dapat menahan amarahnya, A.M. bersama tiga rekannya yang telah ada sejak awal insiden melakukan aksi balasan dengan mengarahkan pelemparan barang ke arah kelompok remaja yang masih berkumpul di depan Masjid Al-Mathar. Dari sisi lain, kelompok remaja tersebut juga tidak tinggal diam dan memberikan tanggapan dengan cara yang sama, sehingga bentrok fisik tak terhindarkan lagi. Pada pukul 23.30 WIT, kedua belah pihak mulai mengumpulkan massa dari lingkungan masing-masing, yang membuat skala bentrok semakin membesar dan berujung pada aksi saling serang menggunakan berbagai benda yang bisa dijadikan alat pukul dan lempar.
Tim kepolisian yang menerima laporan dari warga sekitar segera bergerak dan tiba di lokasi sekitar pukul 00.20 WIT. Dengan melakukan berbagai upaya termasuk memberikan peringatan dan membujuk massa, aparat berhasil membubarkan kerumunan dan mengendalikan situasi hingga dinyatakan kondusif pada pukul 00.40 WIT. Beberapa anggota polisi bahkan telah mulai melakukan patroli di sekitar kawasan untuk mencegah terjadinya kerusuhan kembali. Namun, sayangnya, bentrokan kembali pecah dengan skala yang lebih besar sekitar pukul 02.00 WIT akibat adanya aksi provokasi lanjutan yang dilakukan oleh elemen pemuda dari dua wilayah berbeda, yaitu Kompleks Ohoitom dan Danar Ternate.
Dalam bentrokan susulan tersebut, kedua kelompok tidak hanya menggunakan benda-benda biasa, melainkan juga mulai menggunakan anak panah sebagai alat serangan. Hal ini menyebabkan sejumlah korban mengalami luka akibat terkena tusukan dan sayatan anak panah. Berikut adalah rincian korban luka yang tercatat:
– D.J. (anggota kepolisian) – mengalami luka akibat terkena anak panah di bagian lengan kanan
– B.T. (anggota kepolisian) – luka akibat anak panah yang mengenai bagian lutut kanan
– F.F.H. (usia 22 tahun) – luka di lengan kiri akibat terkena anak panah
– M.S.S. (usia 17 tahun) – mengalami luka di bagian dada kanan akibat anak panah
– A.B.R. (usia 37 tahun) – luka di area dada kiri bawah akibat terkena anak panah
Selain korban luka tersebut, pihak kepolisian juga menerima laporan dari keluarga mengenai seorang pemuda yang tidak pulang ke rumah dan dinyatakan hilang sejak awal terjadinya bentrok. Setelah melakukan pencarian di berbagai lokasi yang menjadi zona konflik, aparat akhirnya menemukan korban tersebut dalam kondisi tidak bernyawa atau meninggal dunia. Sampai saat ini, pihak kepolisian belum dapat merilis identitas lengkap dari korban jiwa tersebut karena masih dalam proses konfirmasi dengan keluarga dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kesehatan.
Belum puas dengan bentrokan sebelumnya, kedua kelompok kembali terlibat dalam konflik sekitar pukul 04.40 WIT. Kali ini, tindakan yang dilakukan semakin ekstrem dan mengakibatkan kerusakan materiil yang cukup signifikan. Berdasarkan pantauan dan data yang dikumpulkan oleh pihak kepolisian dan dinas terkait, kerusakan yang terjadi meliputi:
– 3 unit rumah milik warga terbakar hingga habis
– 4 unit rumah lainnya mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat ditempati lagi
– 1 unit sepeda motor milik warga hangus terbakar bersama salah satu rumah yang terbakar
Setelah melalui berbagai upaya dan dengan dukungan pasukan Brimob yang diterjunkan untuk memperkuat pengamanan serta membantu membubarkan massa, aparat kepolisian akhirnya berhasil mengendalikan situasi sepenuhnya pada pukul 05.30 WIT. Saat ini, kawasan Desa Danar khususnya di sekitar lokasi bentrok telah ditempatkan patroli yang lebih ketat oleh pihak kepolisian dan Brimob untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan dan menjaga ketertiban masyarakat.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan lebih lanjut masih sedang dilakukan secara intensif untuk mengidentifikasi pelaku utama yang menjadi pemicu serta yang terlibat dalam serangkaian bentrok tersebut. (Erick)





















































































