BacaritaMaluku.com--Ambon Diskusi intelektual yang hangat mewarnai pertemuan antara Ketua Yayasan Pijar Demokrasi Cabang (YPDI) Kota Ambon, Basyir Tuhepaly, dengan Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Yoga Putra Prima Setya dalam agenda bacarita buku yang berlangsung dalam ruanganya dalam suasana akrab dan penuh refleksi.Senin 09/03/2025
Dalam pertemuan tersebut, Kapolresta memperkenalkan sekaligus mendiskusikan buku karyanya berjudul “Model Penanganan Konflik Sosial di Wilayah Hukum Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.” Buku tersebut mengulas pendekatan strategis dan pengalaman lapangan dalam menjaga stabilitas sosial serta membangun perdamaian di tengah masyarakat yang majemuk.
Sebagai mitra intelektual dan sahabat diskusi, Basyir Tuhepaly hadir bersama salah satu rekannya untuk mendengar langsung gagasan serta pengalaman yang dituangkan Kapolresta dalam buku tersebut. Dalam suasana dialogis, Yoga Putra Prima Setya menyampaikan sejumlah pesan penting terkait pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan lembaga sipil dalam mencegah serta meredam potensi konflik sosial.
Menurut Kapolresta, penanganan konflik tidak semata-mata melalui pendekatan keamanan, tetapi juga membutuhkan pendekatan sosial, budaya, dan komunikasi yang kuat dengan masyarakat.
“Perdamaian harus dijaga bersama. Peran masyarakat sipil, akademisi, dan organisasi sosial sangat penting dalam membangun ruang dialog serta memperkuat kepercayaan publik,” ungkapnya dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, Basyir Tuhepaly menyambut baik diskusi tersebut. Ia menilai buku yang ditulis Kapolresta bukan hanya menjadi dokumentasi pengalaman institusi kepolisian, tetapi juga dapat menjadi referensi penting bagi para aktivis, akademisi, serta pemangku kepentingan dalam memahami dinamika penanganan konflik sosial di Ambon dan wilayah sekitarnya.
Pertemuan yang berlangsung dalam semangat bacarita tradisi berdiskusi khas Maluku itu juga menjadi ruang berbagi gagasan tentang pentingnya membangun budaya dialog, literasi, serta kolaborasi lintas sektor demi menjaga stabilitas dan kedamaian di Kota Ambon.
Diskusi tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan kemitraan antara aparat keamanan dan masyarakat sipil, sekaligus mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru dalam merawat perdamaian di Maluku.***



















































































